Minggu, 07 Mar 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

BI 7-Day Reverse Repo Rate Turun Sebesar 25 bps

24 Februari 2021, 07: 20: 07 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

BI 7-Day Reverse Repo Rate Turun Sebesar 25 bps

SANTAI : Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho,  gelar acara 'Obrolan Santai BI Bareng Media, Selasa, (23/2) di Denpasar (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS- Sesuai keputusan Rapat Dewan Gubernur,  18 Februari 2021, Bank Indonesia menurunkan suku bunga kebijakan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps, menjadi 3,50 persen. Suku bunga Deposit Facility dan suku bunga Lending Facility juga diturunkan, masing masing menjadi 2,75 persen dan 4,25 persen. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho pada acara Obrolan Santai BI Bareng Media, Selasa, (23/2) di Denpasar, mengatakan, tingkat suku bunga tersebut adalah yang paling rendah sejak Bank Indonesia mulai memberlakukan BI7DRR sebagai suku bunga acuan pada 2016. 

"Keputusan ini konsisten dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah dan stabilitas nilai tukar rupiah yang terjaga, serta sebagai langkah lanjutan untuk mendorong momentum pemulihan ekonomi nasional," jelasnya. 

Dilanjutkan Trisno, sejak Juni 2019, BI telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 225 bps dan melakukan pelonggaran dari sisi kebijakan makropudensial, namun suku bunga kredit belum merespons dengan kecepatan yang sama. 

Penurunan Suku Bunga Dasar Kredit (SDBK) sejak Juni 2020 hanya sebesar 116 bps. Hal ini menyebabkan spread SBDK terhadap BI7DRR cenderung melebar dari sebesar 5,27 persen pada Juni 2019 menjadi sebesar 6,36 persen pada Desember 2020. 

"Oleh karena itu, BI melihat masih terdapat ruang untuk dapat lebih menurunkan suku bunga kredit tersebut agar sejalan dengan suku bunga kebijakan," terangnya.

Selanjutnya, BI disampaikan Trisno, juga berkoordinasi dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dengan fokus pada upaya untuk mengatasi permasalahan sisi permintaan dan penawaran dalam Paket Kebijakan Terpadu untuk Peningkatan Pembiayaan Dunia Usaha dalam rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi. 

Untuk mendukung implementasi program Pemulihan Ekonomi Nasional, dari awal tahun hingga 16 Februari 2021, BI telah melakukan pembelian SBN di pasar perdana sebesar Rp 40,77 triliun, yaitu Rp18,16 Triliun melalui mekanisme lelang utama dan Rp 22,61 Triliun melalui Greenshoe Option (GSO). "BI juga melakukan penambahan likuiditas di perbankan (quantitive easing) sebesar Rp 23,81 Triliun," paparnya.

(bx/gek/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news