Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Saat Ngembak Geni, Akses Pantai di Sukawati Akan Ditutup

03 Maret 2021, 16: 58: 23 WIB | editor : Nyoman Suarna

Saat Ngembak Geni, Akses Pantai di Sukawati Akan Ditutup

Camat Sukawati, I Gusti Ngurah Gede Udayadnya (IST)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Seluruh akses menuju pantai di wilayah Kecamatan Sukawati akan ditutup sementara selama satu hari yakni saat hari Ngembak Geni atau sehari setelah hari raya Nyepi tepatnya pada hari Senin (15/3) mendatang. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kerumunan yang dapat ditimbulkan oleh masyarakat yang ingin menikmati hari Ngembak Geni.

Camat Sukawati, I Gusti Ngurah Gede Udayadnya, mengatakan bahwa akses menuju pantai yang ada di kawasan Kecamatan Sukawati seluruhnya ditutup sementara. Hal itu dilakukan berdasarkan hasil rapat bersama antar forum komunikasi pimpinan Kecamatan Sukawati, Majelis Desa Adat Kecamatan Sukawati, PHDI Kecamatan Sukawati, Perbekel se-Kecamatan Sukawati, dan semua Bendesa Adat se-Kecamatan Sukawati, yang digelar tanggal 17 Februari 2021 lalu di Wantilan Sisi Kauh Jaba Pura Puseh Desa Batuan.

"Sehingga kita sepakat untuk menutup sementara akses menuju pantai yaitu pada hari Ngembak Geni," ujarnya Rabu (3/3).

Baca juga: Sertijab Kepala Sekolah, Sri Astiti Kini Pimpin Smansa Singaraja

Menurutnya hal itu dilakukan untuk mengurangi kerumunan pada hari Ngembak Geni yang jatuh pada hari Senin (15/3). Sebab seperti tahun-tahun sebelumnya, hari Ngembak Geni biasa digunakan oleh masyarakat untuk bersilahturahmi sembari mengunjungi tempat wisata salah satunya pantai. "Jadi ditutup mulai Senin (15/3) dan akan dibuka kembali pada Selasa (16/3)," imbuhnya.

Lebih lanjut, kata dia nantinya akses ke pantai di wilayah Sukawati akan dijaga ketat oleh petugas gabungan TNI-Polri serta Pecalang setempat. Di Kecamatan Sukawati sendiri, jumlah pantai cukup banyak, yakni Pantai Purnama, Pantai Rangkan, Pantai Gumicik, hingga Pantai Lembeng. "Akses jalan menuju pantai anti akan dijaga oleh petugas keamanan dimasing-masing," lanjutnya.

Disamping itu, upacara melis atau melasti dalam rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi juga diimbau untuk tidak Melasti namun melaksanakan Ngubeng di masing-masing Desa Adat. "Tentunya kegiatan Ngubeng di masing-masing desa adat ini dengan pembatasan maksimal 50 persen dari kapasitas tempat dan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19," pungkasnya. 

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news