Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Seratus Tenaga Honorer dan Kontrak Diangkat Jadi PPPK

03 Maret 2021, 19: 00: 19 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Seratus Tenaga Honorer dan Kontrak Diangkat Jadi PPPK

AMBIL SK : Suasana pengambilan SK pengangkatan PPPK di kantor BKPSDM Tabanan, Rabu (3/3). (Chaerul Amri/Bali Express)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS – Di tengah pageblug Covid-19, ekonomi yang lagi seret, sekitar seratus orang guru dan penyuluh pertanian yang sudah lama menjadi tenaga honorer dan kontrak di Tabanan sedikit agak plong.

Pasalnya, setelah dua tahun menunggu, mereka akhirnya resmi diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Surat keterangan atau SK mereka juga sudah keluar. Berdasarkan SK Bupati Nomor 823.9/429/SP-PPPK/2020. Dan, Rabu (3/3), SK itu diserahkan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.

Baca juga: 47 LPD di Tabanan Macet Total

Dengan status kepegawaian itu, setidaknya penghasilan mereka relatif meningkat dibandingkan saat masih berstatus kontrak atau honorer. Apalagi mereka yang sudah lama sekali menyandang status kontrak atau honorer. Terutama yang belasan tahun.

“Ya ada peningkatan. Meskipun tidak begitu besar juga. Kalau dahulu (waktu masih kontrak atau honorer) saya hanya dapat Rp 2,4 juta. Kalau sekarang Rp 2,9 juta,” tutur I Dewa Made Suardana,57, salah seorang penyuluh pertanian yang tadinya berstatus kontrak pusat yang bertugas di Dinas Pertanian.

Dia mengaku sudah cukup lama menunggu SK pengangkatan tersebut. Sekitar dua tahunan. Dia sendiri mendaftarkan diri sebagai PPPK sejak 2019 lalu. Namun, baru tahun ini SK yang dia nantikan itu terbit.

Menjadi PPPK adalah pilihan terakhir Dewa Made Suardana setelah berulang kali tidak bisa mengikuti seleksi CPNS karena terbentur usia. Karena itu juga, 2019 lalu dia mencoba bertaruh nasib. Mendaftarkan diri sebagai PPPK dan akhirnya di tahun ini diangkat pula akhirnya.

Dari seratus orang PPPK yang terbit SK-nya tersebut, sebanyak 84 orang diantaranya merupakan guru dan 16 orang diantaranya merupakan penyuluh pertanian. Mereka sudah dua tahun menantikan SK tersebut.

“Tidak ada yang mengundurkan diri. Justru mereka menanti-nantikan kapan SK mereka sebagai PPPK terbit,” jelas Kepala Badan Kepegawaian, Pengembangan, dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tabanan, I Wayan Sugatra.

Dikatakan Sugatra, nantinya seratus orang PPPK ini akan memeroleh gaji sesuai dengan SK yang mereka terima terhitung sejak 1 Januari 2021. Nilai atau besaran gajinya juga disesuaikan dengan masa kerja dan tingkat pendidikannya.

“Berkisar dari Rp 2,3 juta untuk yang lulusan SMA. Sampai Rp 2,9 juta untuk mereka yang lulusan S1. Dokumen mereka sudah siap. Anggarannya juga sudah disiapkan. Cuma mekanismenya dari OPD masing-masing tempat mereka bertugas,” tukasnya, seraya menyebutkan usai pengangkatan tersebut mereka akan mendapat pembekalan. 

(bx/hai/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news