Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Dituduh Lakukan Pungli, Kelian Desa Adat Les Lapor Polisi

03 Maret 2021, 19: 39: 40 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Dituduh Lakukan Pungli, Kelian Desa Adat Les Lapor Polisi

SURAT : Kelian Desa Adat Les, Jro Pasek Nengah Wiryasa menunjukkan surat laporan polisi.  (Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Kelian Desa Adat Les, Jro Pasek Nengah Wiryasa, 59, terpaksa melaporkan seorang waga berinisial GBRW, yang juga asal Desa Les ke Mapolres Buleleng, lantaran menuduhnya melakukan pungli dengan meminta uang kepada setiap yang cerai dari Desa Les.

Laporan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik rupanya telah dilayangkannya ke Polres Buleleng, Senin (15/2) sekitar pukul 15.09 Wita. "Saya lapor ke polisi karena merasa apa yang dituduhkan dari informasi yang menyebar di masyarakat itu tidak benar," ujar Wiryasa, Rabu (3/3) siang.

Dikatakan Jro Wiryasa, ia dituduh meminta uang atau melakukan pungutan liar (pungli) kepada setiap warga Desa Les yang mengurus cerai adat ke Disdukcapil Buleleng sebesar Rp 300 ribu. Bahkan, tuduhan tak berdasar juga dialamatkan kepada Perbekel Desa Les, Gede Adi Wistara.

Baca juga: Bali Butuh Miras, DPRD Bali Akan Surati Pusat

Jengkel lantaran difitnah seperti itu, Jro Wiryasa bersama dengan Perbekel Wistara langsung mengklarifikasi dengan mendatangi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng, Selasa (9/2) sekitar pukul 10.00 Wita.

Hasil klarifikasi yang difasilitasi salah seorang Kabid di Disdukcapil Buleleng, diketahui jika ternyata tuduhan seperti itu tidak benar. Dari klarifikasi itu juga terungkap, tuduhan tersebut disebarkan oleh seorang staf pada Dinas tersebut berinisial GBRW, yang juga staf Disdukcapil Buleleng dan merupakan warga Desa Les

"Sebenarnya saya tunggu itikad baik yang menuduh saya itu, tapi tidak ada sedikitpun itikad baik, ya minimal minta maaf. Ya, karena tuduhan itu sudah menyebabkan nama baik saya tercemar, makanya saya mengambil langkah hukum dengan melaporkan yang bersangkutan," jelasnya.

Wiryasa pun sangat menyayangkan tuduhan yang disebarkan GBRW. Pihaknya berharap, agar polisi bisa mengusut tuntas laporan yang dilayangkan oleh dirinya ini ke Polres Buleleng, sehingga ada kejelasan terkait gambaran penanganan laporan tersebut.

"Dia itu memfitnah saya dengan mengatakan meminta uang sebesar Rp 300 ribu kepada setiap orang yang cerai, katanya untuk saya Rp150 ribu dan Perbekel Rp 150 ribu. Yang menuduh ini warga saya. Walaupun nilainya juga tidak seberapa, tapi tuduhan itu yang sangat saya sayangkan," sesalnya.

Terpisah, Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya, membenarkan adanya laporan dugaan pencemaran nama baik oleh Kelian Desa Adat Les. "Ya benar, masih dalam penyelidikan untuk menemukan apakah laporan itu memenuhi unsur pidana atau tidak," pungkas Iptu Sumarjaya. 

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news