Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Usada Pamunah Cetik (9) : Racun Buntek dan Terkena Sihir

04 Maret 2021, 08: 10: 09 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Usada Pamunah Cetik (9) : Racun Buntek dan Terkena Sihir

ilustrasi (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS-Usada Pamunah Cetik ini diserikan (dirilis bersambung) diambil dari Buku 'Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usada, Pengobatan Tradisional Bali' yang ditulis oleh I Ketut Suwidja (1991). 

Berikut jenis racun, yang di Bali dikenal dengan nama Cetik, gejalanya, dan ramuan yang bisa dimanfaatkan untuk obat. Selain itu, juga diungkap sarana obat untuk penyakit lainnya.

Sakit tulang dan otot. Sarana : minyak jeruk, janggar ulam, 3 jenis garam dijadikan satu, untuk obat.

Baca juga: Desa Adat Kesiman Hanya Libatkan Pemangku Saat Melasti

Racun Beruang, sakitnya muntah darah. Obat : air kapur, daun dapdap, airnya diminum. 

Racun Buntek (sejenis ikan beracun). Sarana: sabrang (Colosacia tuberosusa Benth), santan murni. 

Kena Racun Bangruk. Sarana : merica hitam, merica putih, merica paci, disembar. Jamunya : kunir, kapur barus, buah pala, dubur musang Kesturi.

Campuran minyak untuk obat luka. Sarana: jeruk bercampur jenis-jenis garam, janggar ulam, kelapa mulung.

Obat Muntah Darah. Sarana : minyak limao, kapur tohor, garam. Baik juga untuk memijat kaki dan sakit tiwang.

Obat Kudis. Sarana : minyak limao dicampur kelapa hijau, rempah-rempah yang sudah tua, garam. Baik pula untuk mengobati penyakit karena dingin, sakit tulang, digosok.

Obat Kusta Pai. Sarana : campuran minyak Pai (sejenis ikan), rempah-rempah yang sudah tua, untuk obat.

Minyak bawang bercampur kelapa hijau, baik untuk usug, yaitu mengoles sambil memijat.

Obat Kudis. Sarana : minyak rempah-rempah yang tua, kulit jeruk sumaga (Citrus aurantium L.), kulit limao, kulit jeruk, kulit jrungga, getakan gapang (gapang ditumbuk), gatakan dapdap, getakan dagdag, getakan jepun (Caesalpinia pulchenimasw). 

Selanjutnya kulit pohon suren (Cedrela febrifuga B1), biji lobak (Raphanus sativus L. Omeferaceae), kecemcem, kaang api (tandan kelapa kering dibakar), bumbu-bumbu lengkap. Sepuluh jenis ini dijadikan satu, untuk obat kudis. 

Sakit Terkena Sihir. Sarana : campuran minyak kubangan babi, ijuk putih, ujung iyip (semacam duri pada ijuk) 3 batang, ujung sapu lidi, sampah-sampah di perempatan jalan, sobekan tikar pengusung mayat, tanah di tempat pembakar mayat. 

Lalu dihancurkan dan dicampur menjadi satu, dicampur lagi dengan minyak kelapa hijau. Selain untuk mengobati penyakit karena sihir, juga bisa untuk obat bengkak yang menimbulkan luka. 

Mengobati Beragam Luka. Sarana : minyak sereh, kulit pucuk muda kayu santen (Kibatalia arborea L. apocynaceae), waru (Hibiscus teliacens L. Maliaceae), manik tiying (benda keputih-putihan yang ada dalam bambu), kelapa hijau. 

Obat Sakit Kirapa. Kirapa adalah sakit kurap. Obat : minyak daun kirapa. Sarana : daun kayu sepet-sepet, lawos digaringkan, bercampur minyak kelapa mulung. 

Penyakit Kusta. Darana : minyak dari ramuan daun nangka-nangka, sepet-sepet, lawos digaringkan, minyak kelapa mulung atau kelapa hijau. 

(bx/wid/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news