Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Duh, 216 Kendaraan Mewah Tunggak Pajak di Gianyar Capai 2 Miliar

04 Maret 2021, 17: 09: 34 WIB | editor : Nyoman Suarna

Duh, 216 Kendaraan Mewah Tunggak Pajak di Gianyar Capai 2 Miliar

Kepala UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Bali di Kabupaten Gianyar, Anak Agung Rai Sugiartha (tengah) didampingi, Penanggung Jawab Jasa Raharja Kantor Samsat Gianyar (kiri) dan Kanit Regident Polres Gianyar (kanan). (Dewa Rastana/Bali Express)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Ratusan kendaraan bermotor di Kabupaten Gianyar tercatat masih menunggak pajak hingga awal tahun 2021 ini. Dimana nominal tunggakan yang diakibatkan mencapai Rp 2 Miliar.

Kepala UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Bali di Kabupaten Gianyar, Anak Agung Rai Sugiartha menjelaskan bahwa di tahun 2020 tercatat 73 kendaraan bemotor baik roda dua dan roda empat yang menunggak pajak dengan total nominal Rp  675.795.000. Sedangkan di tahun 2021 tercatat ada 216 kendaraan bermotor yang menunggak pajak dengan nominal mencapai Rp 2 Miliar. "Tunggakan mulai dari 1 sampai 3 tahun," ujarnya Kamis (4/3).

Adapun kendaraan yang menunggak pajak adalah berbagai jenis, namun kebanyakan merupakan mobil mewah diatas Avansa. Dengan nilai jual kendaraan bermotor (NJKB) mencapai Rp 300 Juta hingga Rp 500 Juta. 

Baca juga: Smanser Produksi Hand Sanitizer Ramah Lingkungan Berbahan Eco Enzim

Atas kondisi tersebut, pihaknya pun telah berupaya melakukan penagihan pajak tertunggak kepada para wajib pajak (WP) dengan turun langsung ke lapangan. Hanya saja karena pandemi Covid-19, pihaknya terlebih dahulu memetakan wilayah sebelum mendatangi para WP tersebut. "Selain kita tetap mengikuti protokol kesehatan saat turun ke lapangan, kita terlebih dahulu memetakan wilayah. Apalah wilayah itu masuk zona merah, orange, kuning atau hijau," lanjutnya.

Apabila wilayah tersebut masuk zona merah atau orange, maka pihaknya tidak akan turun ke lapangan. Sedangkan jika wilayah tersebut masuk zona kuning atau hijau, barulah pihaknya akan turun untuk meng-clearkan tunggakan tersebut. Tentunya dengan tetap meminta ijin kepada kepala kewilayahan setempat. 

Menurutnya, dengan turun ke lapangan minimal pihaknya tahu bagaimana respon dari WP. Apakah dia berniat membayar, atau apa ada kendala yang dihadapi. "Sebab kita sudah persuasif sekali, apalagi di masa pandemi seperti sekarang kan kasian. Kami tidak keras, tidak menuntut dan memaksa. Pihak kepolisian juga sudah sangat persuasif," imbuhnya.

Berbagai alasan pun diutarakan oleh para WP ketika didatangi oleh petugas. Mulai dari dana yang belum siap akibat pandemi, hingga lupa juga sudah jatuh tempo. "Termasuk ada juga motor mewah, padahal masih dia kuasai, masih dia kendarai. Baru terealisasi 8 unit, dan dari sekian yang kita datangi door to door WP bilang akan sanggup membayar," bebernya. 

Selain itu, untuk mengingatkan para WP, dua minggu sebelum tanggal jatuh tempo, pihaknya akan mengirim SMS kepada para WP yang disebut SMS Gateaway. Dan untuk mempermudah layanan, pihaknya pun terus berinovasi diantaranya dengan program Samsat Drive Thru. Program ini pada menggunakan tempat di gedung timbang Batubulan agar bisa menjangkau WP yang tinggal di Denpasar, Penatih, Batubulan dan Sukawati. Dimana dengan program ini para WP bisa melakukan samsat kendaraan hanya dengan 10 menit. Cukup dengan memperlihatkan KTP dan STNK asli.

Ditambahkannya jika pihaknya juga bekerjasama dengan sejumlah LPD dan BUMDes untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan. "Disamping itu kita juga sudah membuat Samsat Pembantu di Ubud dan Sayan yang memudahkan masyarakat di daerah Ubud hingga perbatasan Bangli," tandasnya. 

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news