Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Selewengkan Dana, Ketua Bumdes Sadu Amerta Dipolisikan

04 Maret 2021, 18: 26: 33 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Selewengkan Dana, Ketua Bumdes Sadu Amerta Dipolisikan

DANA : Ketua Bumdes Sadu Amerta, Desa Tirtasari, Kecamatan Banjar, Buleleng, Gede Sukaraga, berurusan dengan hukum karena selewengkan dana Bumdes. (Dian Suryantini/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Ada-ada saja modus yang dilakukan untuk menggelapkan uang nasabah Bumdes. Seperti yang dilakukan oleh tersangka Gede Sukaraga, 49. 

Tersangka yang juga Ketua Bumdes Sadu Amerta, Desa Tirtasari, Kecamatan Banjar, Buleleng, dengan sengaja meminjam uang di Bumdes dengan mengatasnamakan orang lain yang masih merupakan kerabatnya. Akan tetapi kredit dari pinjaman tersebut tidak dibayarkan ke kas Bumdes. 

Ada enam orang yang namanya dipakai oleh tersangka Sukaraga, yakni Made Suarsana, Kadek Sumadana, Gede Sumika, Luh Putu Ayu Waliastiti, Putu Sutarmi, dan Gede Mertayasa. 

Baca juga: Biaya Operasional Tinggi, 20 Hotel di Buleleng Dijual

Dana itu digunakan untuk kepentingan pribadi oleh tersangka. Selain itu, tersangka juga tidak melakukan pencatatan atas pelunasan kredit dari nasabah atas nama Putu Sugiarta. Diduga, dana pelunasan itu juga digunakan oleh Sukaraga untuk kepentingan pengobatan. Dari keterangan polisi, Sukaraga dikatakan mengalami struk ringan.

Dana yang diselewengkan tersebut adalah dana dari program Gerbang Sadu Mandara (GSM) Pemerintah Provinsi Bali. Dari ulahnya tersebut, polisi baru menyita uang senilai Rp 67 juta lebih. Sementara dana yang diselewengkan senilai Rp 87 juta lebih.

KBO Reskrim AKP Suseno menjelaskan, dari laporan yang diterima, Polres Buleleng telah melakukan penahanan terhadap tersangka Gede Sukaraga sejak Senin 1 Maret 2021. Saat ini kasus tersebut sedang dalam tahap penyidikan di kepolisian. 

“Sekarang sudah dalam tahap penyidikan. Segera kasusnya akan kami limpahkan ke kejaksaan Negeri Buleleng,” kata AKP Suseno didampingi Kasubag Humas Polres Buleleng Gede Sumarjaya, Kamis (4/3).

AKP Suseno menambahkan, penyelewengan dana itu dilakukan sekitar tahun 2014 sampai 2017 dengan memakai nama kerabatnya. “Dana itu digunakan untuk kepentingan sendiri dan tidak menyetorkan dana pelunasan dari nasabah lain,” kata dia.

Sementara itu, tersangka Gede Sukaraga mengakui perbuatannya telah menggunakan dana Bumdes untuk biaya pengobatan. “Iya saya yang menyuruh mereka pinjam. Uangnya juga saya pakai. Karena saya sakit waktu itu,” jelasnya.

Untuk diketahui pada tahun 2012, Desa Tirtasari mendapat dana dari program Gerbang Sadu Mandara (GSM) senilai Rp 1.020.000.000. Dana senilai Rp 800 juta digunakan untuk kegiatan simpan pinjam Bumdes, Rp 200 juta untuk pembangunan infrastruktur, dan Rp 20 juta untuk operasional Bumdes. Atas perbuatannya, Gede Sukaraga dikenakan ancaman kurungan minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.

(bx/dhi/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news