Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Tak Ada Larangan Konsumsi Obat Pengencer Darah Sebelum Vaksin Covid-19

04 Maret 2021, 18: 52: 54 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tak ada Larangan Konsumsi Obat Pengencer Darah Sebelum Vaksin Covid-19

Dokter Jaga RS Surya Husadha, dr. Danendra Dhanny Anggara (IST)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS- Beredar pesan berantai yang viral disebarkan melalui WhatsApp Group yang menyebutkan pasien jantung saran untuk tidak mengkonsumsi obat tertentu sebelum disuntuk vaksin Covid-19 karena akan menghambat pesanan antibodi Corona.

"Saya ulangi ya clopidogrel (plavix, cog, dll) statin (lipitor, crestor simvastatin, atorvastatin, rosuvastatin) di stop mulai hari ke 7 sebelum vaksin sampai hari ke 21 (sesudah vaksinasi ke 2) karena menghambat antibodi," tulis virus pesan tersebut.

Menanggapi pesan yang sedang viral tersebut, dr.Danendra Dhanny Anggara, dokter jaga RS Surya Husadha Denpasar saat diwawancara Kamis (4/3) mengatakan tidak ada keharusan bagi pasien jantung konsumsi obat Clopidogrel (CPG) untuk pasien jantung dalam konteks vaksinasi covid- 19. "Secara internal kami sudah diskusikan di RS Surya Usadha, bahwa tidak ada rekomendasi untuk rekomendasi konsumsi obat CPG bagi pasien jantung," jelasnya.

Baca juga: PMI Klungkung Bantu Korban Kebakaran di Gunaksa

Malah dikatakan dikatakan dr. Danendra, pasien jantung harus mengkonsumsi obat tersebut baik sebelum divaksin atau sesudah divaksin Covid-19. Adapun fungsi dari obat ini sebagai pengencer darah lain untuk mencegah sumbatan mendadak pada ring yang dipasang pada pasien serangan jantung.

Jadi dengan menghentikan konsumsi obat ini, menurut dr. Danendra sama saja meningkatkan risiko sumbatan pada pembuluh darah koroner atau yang dikenal sebagai serangan jantung. "Terkait kontek pemberian vaksin, pasien jantung juga berhak mendapatkan vaksin covid, sepanjang sesuai dengan prosedur," lanjutnya.

Prosedur yang dimaksud adalah, pasien jantung dalam keadaan stabil dan baik, tidak memiliki keluhan nyeri dada, tidak sesak nafas dalam tiga bulan terakhir dan rutin minum obat pengontrol.

Terkait penghentian penggunaan obat CPG, dr Danendra mengatakan mempersembahkan obat CPG yang dapat dibhentikan sementara jika ada prosedur medis tertentu yang bersifat pembedahan atau kondisi medis tertentu seperti pendarahan yang sulit warna. "Namun pemberhentian ini tentunya dengan evaluasi individu dari tim dokter yang merawat," tambahnya.

(bx/gek/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news