Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Tabanan Masih Zona Merah, Bupati Hingga Sekda Ngantor di Desa  

04 Maret 2021, 19: 02: 32 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Tabanan Masih Zona Merah, Bupati Hingga Sekda Ngantor di Desa    

KOORDINASI : Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya usai memimpin rapat koordinasi bersama Satgas Penanganan Covid-19 Tabanan, Kodim 1619/Tabanan, dan Polres Tabanan, Kamis (4/3). (Chaerul Amri/Bali Express)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS – Mulai Jumat (5/3), Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Wakil BupatibI Made Edi Wirawan, hingga Sekda I Gede Susila, pindah tempat kerja. Mereka akan berkantor di tiga kantor desa yang berstatus zona merah atau memiliki risiko penyebaran Covid-19 yang tinggi.

Sanjaya rencananya berkantor di Kantor Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan. Kebetulan dia berasal dari desa itu sendiri. Dan, di saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berskala Mikro pertama, desa ini sempat berstatus zona merah.

Kemudian, Edi Wirawan rencananya berkantor di Kantor Desa Banjaranyar di Kecamatan Kediri. Kebetulan di minggu pertama PPKM Berskala Mikro tahap kedua, desa ini berstatus zona merah lagi. Padahal, sudah sempat turun ke status oranye pada minggu kedua PPKM Berskala Mikro tahap pertama.

Baca juga: Peluang Koperasi Setara dengan Produsen Arak Mentok

Sementara Sekda Susila rencananya berkantor di salah satu kantor desa di Kecamatan Kerambitan. Kemungkinannya di Desa Kukuh yang sempat berstatus zona merah.

“Kami pindah kantor dulu. Berkantor di kantor desa. Kami bagi tugas. Saya di Dauh Pala. Pak Wakil di Banjaranyar. Terus Pak Sekda di Kerambitan. Di tiga kecamatan ini. Kediri, Tabanan, dan Kerambitan,” kata Sanjaya.

Ini disampaikan Sanjaya usai memimpin rapat koordinasi penanganan Covid-19 antara Satuan Tugas (Satgas) tingkat kabupaten bersama unsur TNI dan Polri di kantornya, Kamis (4/3).

Dari unsur TNI dihadiri langsung oleh Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Srihartanto. Sedangkan dari unsur Polri dihadiri langsung Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy P.S. Siregar. “Untuk menurunkan status (zona) merah itu,” sebutnya.

Dia menambahkan, penanganan Covid-19 menjadi prioritas tugas kepala daerah dan wakil kepala daerah yang baru dilantik. Di samping tugas lainnya dalam menjalankan program yang sudah dirancang atau direncanakan.

“Salah satu ujian atau test case pertama menjalankan visi misi ini, ya menangani Covid-19. Ini ujiannya,” katanya lagi. “Tabanan ini masih zona merah. Bersama Badung dan Denpasar. Kemarin sempat oranye. Sekarang merah. Kuncinya harus turun (status),” sambungnya.

Disinggung soal target waktu, Sanjaya enggan memberikan estimasi atau perkiraan. “Mungkin seratus harilah,” katanya sambil lalu.

Lalu soal vaksinasi untuk kelompok prioritas kedua seperti pelayan publik sampai dengan TNI/Polri, Sanjaya menyebutkan pihaknya sudah mengupayakan agar distribusi vaksin dipercepat.

“Saya sudah hubungi Pak Kadis Kesehatan Provinsi. Karena tenaga kesehatan kami sudah siap. Tapi vaksin ini kan tergantung (distribusi) pusat juga,” tukasnya.

(bx/hai/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news