Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Ini Bahaya Diet Low Karbo Bagi Keseimbangan Gizi

04 Maret 2021, 19: 11: 01 WIB | editor : Nyoman Suarna

Ini Bahaya Diet Low Karbo Bagi Keseimbangan Gizi

Salah satu contoh menu diet low karbo yang banyak beredar di sosial media. (ilustrasi)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Bagi kaum hawa memiliki ukuran tubuh yang ideal menjadi kebanggaan tersendiri. Namun demikian untuk mendapatkan ukuran tubuh yang ideal, harus ada upaya yang dilakukan. 

Salah satunya dengan melakukan diet, trend diet saat ini sangat beragam salah satu yang populer di pelaku diet adalah diet low karbo. Lantas apakah diet ini aman dan bisa diterapkan oleh semua orang?

Dr. Syuma Adhy Awan, MKes, SpGK selaku Dokter Spesialis Gizi Klinik KSM RSUP Sanglah Denpasar, Kamis (4/3) mengatakan dibalik boomingnya trend diet low karbo, ternyata tersimpan beberapa dampak negatif. "Salah satunya adalah potensi menganggu fungsi hati dan ginjal karena pada diet low karbo, pelaku diet harus mengurangi konsumsi karbohidrat dan meningkatkan konsumsi lemak," jelasnya.

Baca juga: Tak Ada Larangan Konsumsi Obat Pengencer Darah Sebelum Vaksin Covid-19

Konsumsi lemak yang tidak sesuai inilah yang berpotensi menganggu kerja fungsi hati dan ginjal. Selain itu jika diet low karbo dilakukan tidak sesuai dengan prosedur dan patokan kesehatan, dr. Syuma mengatakan diet low karbo ini juga berpotensi menurunkan masa otot. Hal ini memang membuat berat badan turun, namun setelah dilakukan pemeriksaan komposisi tubuh terdiri dari lemak air dan otot maka ditemukan ketidakseimbangan yang berpotensi merusak tubuh.

Dalam pelaksanaan diet low karbo, pelaku diet dilanjutkan dr. Syuma akan menurunkan konsumsi karbohidrat hingga ke titik terendah yakni 20 gram per hari, sebaliknya akan meningkatkan konsumsi lemak hingga 80 persen per hari.  Bahkan agar lebih optimal penurunan berat badan, dibarengi dengan membatasi waktu makan (fasting) sehingga lebih optimal menghabiskan cadangan lemak yang ada dalam tubuh sebagai sumber energi(ketogenesis). 

"Sebenarnya teorinya oke, bagus dan bisa dipraktekan namun ketika berbicara mengenai diet very low karbo yang disertai membatasi waktu makan (fasting) tentu tidak bisa digeneralisir pada semua orang. Prinsipnya adalah tubuh manusia merupakan mesin yang sangat sempurna tapi sebagai manusia kita juga harus mengetahui fisiologi yang ada dalam tubuh," paparnya.

Lantas supaya diet low karbo bisa memberi dampak maksimal.kepada tubuh apa yang harus dilakukan? Sebelum melakukan diet agar berkonsultasi dengan dokter gizi untuk melakukan planning (personal diet) yang sesuai dengan tujuan tercapai berat badan ideal, dengan menurunkan jumlah kalori bertahap atau defisit kalori, mengatur waktu dan cara makan. "Bahkan degan kemajuan ilmu kedokteran pemeriksaan genetik bisa lebih jeli untuk menentukan diet yang sesuai dan terakhir tentunya wajib memperhatikan kecukupan gizi makro dan mikro untuk tubuh dan berolahraga," tambahnya. 

(bx/gek/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news