Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features
Tak Ditemukan, Keluarga Gelar Pengabenan

Nelayan yang Hilang di Perairan Pemuteran Itu Disebut Panah Ikan Duwe

04 Maret 2021, 19: 24: 23 WIB | editor : I Putu Suyatra

Nelayan yang Hilang di Perairan Pemuteran Itu Disebut Panah Ikan Duwe

FOTO KENANGAN: Ni Kadek Sri Astuti, 28, saat menunjukkan foto korban Kadek Astawan semasa hidupnya saat dibuatkan upacara pengabenan. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

Masih ingat dengan hilangnya nelayan bernama Kadek Astawan di Perairan Pemuteran pada 26 Januari 2021 lalu? Hampir dua bulan menghilang, warga Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak hingga kini belum ditemukan. Bahkan, keluarga korban akhirnya memutuskan untuk menggelar upacara  Ngaben pada Rabu lalu (3/3).

I PUTU MARDIKA, Gerokgak

RUPANYA, ada sejumlah kisah aneh mewarnai proses pencarian korban sejak dilaporkan hilang keika memanah ikan bersama lima rekannya pada akhir Januari lalu. Seperti diceritakan istri korban, Ni Kadek Sri Astuti, 28, jika sejak sang suami hilang, ia kerap bermimpi aneh dan mengaku didatangi arwah mendiang Astawan.

Baca juga: Ini Bahaya Diet Low Karbo Bagi Keseimbangan Gizi

Sri pun mengaku hanya bisa pasrah menunggu kabar sejak dibilang hilang memanah. Bahkan, ia bermimpi mendiang suaminya dua minggu terus berturut-turut. “Mimpi pertama itu, saat didatangi, suami datang dengan busana putih, ketika datang hanya senyum-senyum, dan tidak bicara. Lalu, minggu kedua, lagi didatangi. Sempat komunikasi, bilangnya sih mau ngarit (nyabit, Red) cari makanan sapi untuk ternak peliharaannya," kenang Astuti, Kamis (4/3) saat ditemui di Banjar Loka Segara, Desa Pemuteran.

Sri menceritakan, ia tak memiliki firasat apapun sebelum sang suami akhirnya hilang saat mencari nafkah di laut. Meski begitu, ada sesuatu yang aneh sebelum sang suami akan melaut. Bahkan, mendadak suaminya meminta dirinya untuk membelikan kue sebagai bekal saat melaut.

Siapa sangka, jika itu adalah permintaan terakhir suaminya."Tanggal 26 Janurai pagi itu, say mau belanja ke pasar. Kemudian, suami kok tumben-tumbennya nitip, minta dibelikan jajan. Kata suami, belikan jajan yang enak-enak ya, untuk bekal kesana (memanah ikan, Red)," kenang Astuti.

Setelah tiga 3 hari Astawan dikabarkan hilang. Keluarga Astawan pun memutuskan menempuh jalur niskala dengan menghaturkan sesajen di tengah laut. Dengan harapan tim Basarnas yang melakukan pencarian segera menemukannya.

Proses menghaturkan sesajen pun dilakukan di rumpon tiga roda, yang merupakan lokasi kejadian ia dinyatakan hilang. Sesajen dipersembahkan dengan maksud untuk meminta petunjuk, lengkap mengajak seorang paranormal.

Saat rombongan keluarga berangkat ke tengah laut menghaturkan sesajen, sampailah speed boat ditumpangi sudah mendekati rumpon tiga roda merupakan lokasi kejadian dengan jarak tempuh satu jam.

Ketika berjarak sekitar 50 meter dari rumpon tiga roda, rombongan keluarga Astawan hendak menghaturkan sesajen itu, tiba-tiba dihadang sekawanan dolpin. Tak hanya dolpin, terdapat seekor paus berukuran cukup besar ikut menghadang.

Tak pelak, melihat fenomena itu, keluarga korban beserta paranormal memutuskan berhenti seraya menjauh. Mereka khawatir, para penghuni laut tersebut bakal menyerang speed boat ditumpangi rombongan tersebut.

"Kata paranormal, suami saya itu punya kesalahan di bawah laut. Nembak ikan duwe merupakan penjaga laut. Para penghuni laut marah dan suami saya dijadikan tawanan penghuni laut. Hasil metuun, dikatakan suami saya sudah meninggal. Suami (Astawan) minta dibuatkan upacara ngaben supaya bersih dan dibebaskan dari tawanan penghuni laut," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang nelayan asal Banjar Dinas Loka Segara, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, bernama I Kadek Astawan, 30, dilaporkan menghilang saat mencari ikan dengan spearfishing atau menembak ikan, pada Selasa (26/1).

Korban Kadek Astawan berangkat mencari ikan naik perahu dari pelabuhan Pemuteran, dengan jarak tempuh sekitar 1 jam, Selasa pagi pukul 07.00 Wita. Ia berangkat berbarengan dengan lima temannya dalam satu perahu. Mereka kemudian melakukan spearfishing di sekitar rumpon tiga roda perairan Pemuteran.

Namun, sekira pukul 13.00 Wita, saat hendak pulang, korban Kadek Astawan belum juga muncul ke permukaan. Kelima rekan korban pun berinisiatif mencari korban di sekitar lokasi. Namun hingga pukul 15.00 Wita, korban belum juga ditemukan.

Atas peristiwa ini, rekan korban Nyoman Suladra, 35, langsung melaporkan kejadian menghilangnya ke Bhabinkamtibmas Desa Pemuteran, Bripka I Gede Astawa. Bripka Gede Astawa lantas meneruskan laporan nelayan hilang ke Satpolair Polres Buleleng dan Pos Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Buleleng.

Bahkan, anggota keluarga korban sempat melakukan upacara ngulapin untuk membantu mempercepat proses penemuan korban secara nisakala.Orang tua korban, Gede Nuria 55 berharap agar anaknya tersebut bisa ditemukan. "Saya tidak punya firasat apa-apa karena memang Astawan sering mencari ikan dengan memanah. Saya hanya berharap agar anak saya cepat bisa ditemukan," pungkas Nuria kala itu.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news