Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Panah Ikan Duwe, Astawan Hilang Ditawan Penghuni Laut Pemuteran

04 Maret 2021, 20: 44: 05 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Panah Ikan Duwe, Astawan Hilang Ditawan Penghuni Laut Pemuteran

NGABEN : Ni Kadek Sri Astuti, 28, menunjukkan foto korban Kadek Astawan semasa hidup, saat dibuatkan upacara Pangabenan. (Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA : Masih ingat dengan hilangnya nelayan bernama Kadek Astawan di Perairan Pemuteran pada 26 Januari 2021 lalu? Hampir dua bulan menghilang, warga Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak hingga kini belum ditemukan. Bahkan, keluarga korban akhirnya memutuskan untuk menggelar upacara  Ngaben, Rabu (3/3) lalu.

Rupanya, ada sejumlah kisah aneh mewarnai proses pencarian korban sejak dilaporkan hilang keika memanah ikan bersama lima rekannya pada akhir Januari lalu. Seperti diceritakan istri korban, Ni Kadek Sri Astuti, 28, sejak sang suami hilang, ia kerap bermimpi aneh dan mengaku didatangi arwah mendiang Astawan.

Sri pun mengaku hanya bisa pasrah menunggu kabar sejak dibilang hilang memanah. Bahkan, ia bermimpi mendiang suaminya dua minggu terus berturut-turut.

Baca juga: Gandeng tiket.com, Antis Dukung Pemulihan Industri Pariwisata Bali

“Mimpi pertama itu, saat didatangi, suami datang dengan busana putih, ketika datang hanya senyum-senyum, dan tidak bicara. Lalu, minggu kedua, lagi didatangi. Sempat komunikasi, bilangnya sih mau ngarit (nyabit) cari makanan sapi untuk ternak peliharaannya," kenang Astuti, Kamis (4/3) saat ditemui di Banjar Loka Segara, Desa Pemuteran.

Sri menceritakan, ia tak memiliki firasat apapun sebelum sang suami akhirnya hilang saat mencari nafkah di laut. Meski begitu, ada sesuatu yang aneh sebelum sang suami akan melaut. Bahkan, mendadak suaminya meminta dirinya untuk membelikan kue sebagai bekal saat melaut.

Siapa sangka, jika itu adalah permintaan terakhir suaminya. "Tanggal 26 Januari pagi itu, saya mau belanja ke pasar. Kemudian, suami kok tumben-tumbennya nitip, minta dibelikan jajan. Kata suami, belikan jajan yang enak-enak ya, untuk bekal kesana (memanah ikan)," kenang Astuti.

Setelah tiga  hari Astawan dikabarkan hilang dan tidak ditemukan, keluarga Astawan pun memutuskan menempuh jalur niskala dengan menghaturkan sesajen di tengah laut. Dengan harapan Tim Basarnas yang melakukan pencarian segera menemukannya.

Proses menghaturkan sesajen pun dilakukan di rumpon tiga roda, yang merupakan lokasi kejadian ia dinyatakan hilang. Sesajen dipersembahkan dengan maksud untuk meminta petunjuk, lengkap mengajak seorang paranormal.

Saat rombongan keluarga berangkat ke tengah laut menghaturkan sesajen. Speed boat yang ditumpangi akhirnya mendekati rumpon tiga roda  yang merupakan lokasi kejadian, setelah  menempuh perjalanan sejam.

Ketika berjarak sekitar 50 meter dari rumpon tiga roda, rombongan keluarga Astawan hendak menghaturkan sesajen, namun tiba-tiba dihadang sekawanan dolpin. Tak hanya dolpin, ternyata ada seekor paus berukuran cukup besar ikut menghadang.

Tak pelak, melihat fenomena itu, keluarga korban beserta paranormal memutuskan berhenti seraya menjauh. Mereka khawatir, para penghuni laut tersebut bakal menyerang speed boat yang ditumpangi rombongan tersebut.

"Kata paranormal, suami saya itu punya kesalahan di bawah laut. Nembak ikan duwe (ikan milik penguasa lautan) yang merupakan penjaga lautan. Para penghuni laut marah dan suami saya dijadikan tawanan penghuni laut. Hasil matuun, dikatakan suami saya sudah meninggal. Suami (Astawan) minta dibuatkan upacara Ngaben supaya bersih dan dibebaskan dari tawanan penghuni laut," ungkapnya.

Seperti itulah misterinya, yang hingga kini tak terungkap. Raga Astawan tak ditemukan hingga kini, seakan lenyap ditelan lautan.

Diberitakan sebelumnya, seorang nelayan asal Banjar Dinas Loka Segara, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, bernama I Kadek Astawan, 30, dilaporkan menghilang saat mencari ikan di laut dengan spearfishing (menembak ikan), Selasa (26/1).

Korban Kadek Astawan berangkat mencari ikan naik perahu dari Pelabuhan Pemuteran, dengan jarak tempuh sekitar 1 jam, Selasa pagi pukul 07.00 Wita. Ia berangkat berbarengan dengan lima temannya dalam satu perahu. Mereka kemudian melakukan spearfishing di sekitar rumpon tiga roda perairan Pemuteran.

Namun, sekira pukul 13.00 Wita, saat hendak pulang, korban Kadek Astawan belum juga muncul ke permukaan. Kelima rekan korban pun berinisiatif mencari korban di sekitar lokasi. Namun, hingga pukul 15.00 Wita, korban belum juga ditemukan.

Rekan korban Nyoman Suladra, 35, langsung melaporkan kejadian menghilangnya Astawan ke Bhabinkamtibmas Desa Pemuteran, Bripka I Gede Astawa. Bripka Gede Astawa lantas meneruskan laporan nelayan hilang ke Satpolair Polres Buleleng dan Pos Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Buleleng.

Bahkan, anggota keluarga korban sempat melakukan upacara Ngulapin untuk membantu mempercepat proses penemuan korban secara nisakala. Orang tua korban, Gede Nuria,55, berharap agar anaknya tersebut bisa ditemukan.

"Saya tidak punya firasat apa-apa karena memang Astawan sering mencari ikan dengan memanah. Saya hanya berharap agar anak saya cepat bisa ditemukan," pungkas Nuria kala itu. Namun, harapan Gede Nuria tinggal harapan karena anaknya hingga kini tidak ditemukan.

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news