Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Sales Narkotika Asal Surabaya Dihukum 12 Tahun Penjara 

05 Maret 2021, 17: 02: 24 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Sales Narkotika Asal Surabaya Dihukum 12 Tahun Penjara 

ilustrasi (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS-Angga Aldilla, 33, divonis 12 tahun penjara di PN Denpasar, Jumat (5/3). Oleh majelis hakim, pimpinan IGN Putra Atmaja, warga Surabaya, Jatim itu, dinyatakan terbukti bersalah, terlibat peredaran narkotika golongan I. 

Angga diringkus polisi di kamar kosnya, Jalan Gunung Soputan, Denpasar, Jumat 30 Oktober 2020. Dari tangan terdakwa Angga, disita 22 paket sabu siap edar dan 162 butir tablet ekstasi. "Ya saya menerima," jawab Angga menanggapi putusan hakim. 

Putusan tersebut lebih ringan satu tahun dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Heppy Maulia Ardani, yakni penjara 13 tahun, denda Rp 1 Miliar subsidair 3 bulan. 

Baca juga: Tebing di Belakang SDN 6 Tamblang Amblas, Tutup Akses Warga

Hakim Putra Atmaja dalam amar putusannya menyatakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Mengadili, menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama 12 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan denda Rp 1 Miliar subsidair tiga bulan penjara," tegas hakim Putra Atmaja. 

Seperti diungkap sebelumnya, penangkapan terdakwa dilakukan atas informasi masyarakat. Sewaktu dilakukan pengintaian, terdakwa tengah mondar-mandir di depan kamar kos. Oleh polisi terdakwa disuruh masuk kamar dan diteruska denga penggeledahan. Hasilnya, polisi menemukan plastik klip berisi sabu siap edar dan  83 butir pil ekstasi. 

Selain itu, diamankan juga, 1 timbangan elektrik, 1 buah buku catatan, 1 bendel plastik klip kosong, dan barang bukti terkait lainnya. Di tempat kos terdakwa di Jalan Marlboro, Denpasar Barat, disita 1 paket sabu, 79 butir pil ekstasi, dan 1 buah timbangan elektrik. 

Dari 22 plastik klip berisi sabu seberat 10,32 gram netto. Sedangkan 162 butir tablet ekstasi MDMA berat keseluruhannya 59,49 gram netto. Terdakwa mengaku narkotika itu milik Jono yang kini jadi buronan. Sebagai upahnya, terdakwa pernah mendapatkan Rp 1,5 juta, namun sudah habis untuk keperluan sehari-hari.

(bx/har/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news