Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Duh, Gasak Motor Kunci Nyantol, Tiga Pria Dibekuk

05 Maret 2021, 17: 48: 25 WIB | editor : Nyoman Suarna

Duh, Gasak Motor Kunci Nyantol, Tiga Pria Dibekuk

NYANTOL : Polsek Ubud saat merilis pengungkapan kasus pencurian sepeda motor kunci nyantol, Jumat (5/3). (Dewa Rastana/Bali Express)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS – Siapa sangka jika pengungkapan kasus pencurian HP yang dilakukan oleh Polsek Ubud akan menguak kasus pencurian sepeda motor (curanmor) beruntun yang terjadi di wilayah Kabupaten Gianyar.

Kapolsek Ubud AKP I Gede Sudyatmaja menerangkan bahwa terungkapnya kasus curanmor itu berawal dari ditangkapnya I Nyoman Suadnyana, 38, alias Komang asal Desa Gegelang, Kecamatan Manggis, Karangasem, dalam kasus pencurian HP. Setelah dilakukan penyidikan dan pengembangan, ternyata tersangka Suadnyana ini juga telah melakukan pencurian satu unit sepeda motor Yamaha N-Max di objek wisata Monkey Forest Jalan Dewi Sita, Kelurahan Ubud, Kecamatan Ubud, Gianyar, pada tanggal 25 Oktober 2019 silam, yang kuncinya nyantol. “Setelah dikembangkan ternyata pelaku juga pemetik (pencuri) curanmor dengan modus kunci nyantol,” tegasnya Jumat (5/3).

Dalam menjalankan aksinya membawa kabur sepeda motor Yamaha N-Max DK 8831 LZ milik Ni Nyoman Sukriani, 33, asal Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Gianyar itu, tersangka Suadnyana ternyata tak sendiri. Ia dibantu oleh Dewa Made Sujana alias Dewa Sambrong yang kini tengah ditahan di Polsek Sukawati atas kasus pencurian HP. “Dalam pengakuan tersangka Suadnyana ini juga mengakui telah mencuri sepeda motor Honda Scoopy di wilayah Tampaksiring,” sebutnya.

Baca juga: Samakan Persepsi, PN Denpasar Gelar FGD Bersama Disdukcapil

Selanjutnya, sepeda motor Yamaha N-Max DK 8831 LZ itu ia jual kepada I Ketut Dena yang juga merupakan pelaku pencurian sepeda motor Honda Scoopy di wilayah Bitera, Gianyar. Tak berhenti sampai disitu, sepeda motor Yamaha N-Max DK 8813 LZ tersebut kembali dijual kepada Ali Pusdia, 48, alamat Jalan Pidada, Ubung. Dan terakhir sepeda motor Yamaha N-Max DK 8813 itu dijual oleh Ali Pusdia kepada seseorang yang tak ia kenal asal Bima, NTT, di wilayah Jalan Pidada, Ubung. “Jadi tersangka Suadnyana dan Dena ini berperan sebagai pencuri, dan Ali Pusdia ini sebagai pembeli yang membeli sepeda motor hasil curian, dan kembali menjual kendaraan tersebut,” lanjut AKP Sudyatmaja.

Ketiganya pun digiring ke Mapolsek Ubud untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Selain mengamankan tersangka, pihaknya juga mengamankan barang bukti, berupa sepeda motor Honda Scoopy DK 5696 ACH dan Yamaha N-Max DK 8831 LZ serta satu unit sepeda motor Yamaha yang digunakan oleh tersangka melancarkan aksinya dengan cara berboncengan.

Akibatnya tersangka Suadnyana, Dewa Sambrong dan Dena dikenakan pasal 363 KUHP tentang curat dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun. Sedangkan tersangka Ali dikenakan pasal 480 KUHP tentang penadah dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Pihaknya pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada ketika memarkirkan kendaraannya. Dan jangan sampai lupa mengunci kendaraan. Sebab di situasi pandemic Covid-19 ini, sangat memungkinkan terjadinya tindak pidana pencurian kendaraan dengan alasan ekonomi seperti halnya yang dilakukan oleh para tersangka yang merupakan pengangguran tersebut. “Mereka beralasan klasik yaitu karena ekonomi, sehingga di situasi seperti saat ini kita imbau masyarakat untuk lebih waspada,” tandasnya.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news