Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Tunggu Izin Edar, BPOM Kunjungi Pabrik AMDK Tirta Sanjiwani

05 Maret 2021, 18: 06: 53 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tunggu Izin Edar, BPOM Kunjungi Pabrik AMDK Tirta Sanjiwani

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani Gianyar, I Made Sastra Kencana (Dewa Rastana/Bali Express)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Sebelum siap beredar di masyarakat, Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) milik Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani Kabupaten Gianyar, saat ini tengah mengurus label SNI dan izin BPOM. Maka dari itu BPOM dipimpin langsung oleh Kepala BPOM RI, Penny Lukito turun langsung ke pabrik AMDK di Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Gianyar, Jumat (5/3) sekitar pukul 14.00 Wita untuk melakukan pendampingan.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani Gianyar, I Made Sastra Kencana di sela-sela kegiatan pendampingan dari BPOM mengatakan bahwa ketika nantinya beroperasi,  AMDK diharapkan dapat membantu peningkatan PAD Kabupaten Gianyar yang kini menurun akibat pandemi Covid-19. Sebab setelah nantinya mendapatkan ijin edar, maka air minum kemasan itu akan dipasarkan ke instansi pemerintah, hotel maupun restoran.

Menurutnya perusahaan air minum kemasan yang akan berlabel  “Be Gianyar Mineral Water” ini sudah sangat siap untuk berproduksi. Hanya saja, saat ini perusahaan AMDK ini masih dalam proses pendampingan dari BPOM guna mendapatkan izin edar. "Untuk  mendapatkan izin edar, AMDK memerlukan pendampingan dari BPOM," tegasnya.

Baca juga: Atlet Renang PON Mengadu Kurang Asupan Vitamin dan Pakaian

Lebih lanjut dikatakannya jika pendampingan oleh BPOM ini  mengarahkan pemenuhan persyaratan yang mesti dibenahi atau dilengkapi oleh AMDK untuk bisa mendapatkan izin edar. "Ini lebih banyak pembenahan dalam hal safety dan sanitasi sehingga air minum yang dihasilkan air higienis. Kami diminta semuanya harus bersih. Sudut tidak boleh ada mikroba, harus sering dibersihkan, harus sering dirapikan," jelasnya.

Kemudian untuk kebersihan botol dan galon, pihaknya menggunakan sistem pembilasan air yang sudah difilterasi. Disamping kebersihan alat dan ruangan, tenaga kerja juga akan diberikan Bimbingan Teknis (Bintek). Serta yang jadi perhatian penting lainnya adalah menjaga sumber air. "Apalagi di sekitar sini (desa) banyak lalat, itu yang dihindari. Kami menjaga air bersih, siap minum, benar-benar higienis," terangnya.

Dan saat ini BPOM tinggal menunggu dikeluarkannya izin SNI dan BPOM yang keluarnya bersamaan. Sedangkan izin-izin yang lain sudah lengkap. Bahkan kata dia, pabrik AMDK Tirta Sanjiwani ini merupakan pabrik air minum satu-satunya di Indonesia yang telah memperoleh sertifikat Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dari Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) RI. Karena pabrik AMDK PAM TS sudah sangat lengkap dan kualitas alat filtrasi yang high teknologi.

Dan setelah memperoleh sertifikat CPPOB, maka pihaknya tinggal menunggu terbitnya izin edar. "Ini baru tahap SNI, setelah ini, kami diminta pararel jalan, mengajukan izin MD (Makanan Dalam Negeri). Setelah itu bisa cepat keluar. Kami sampaikan ke ibu, kalau bisa keluar izin saat hari jadi kota Gianyar," bebernya.

Dalam operasional kedepan, AMDK akan dikelola oleh 6 orang kepala unit. Selain itu ada 12 sampai 15 orang tenaga kerja lokal yang akan melakukan pengemasan.

Sementara itu, Kepala BPOM RI, Penny Lukito, mengamini jika AMDK Gianyar menjadi satu-satunya produksi AMDK di Indonesia yang mendapatkan sertifikat CPPOB dari BPOM RI. CPPOB sendiri merupakan sertifikat pemeriksaan sarana baru menuju cara produksi pangan olahan yang baik. Sertifikat ini diberikan sesuai Peraturan Menteri Perindustrian Nomor : 75/M-IND/PER/VII/2010 Tentang Pedoman Cara Produksi pangan olahan yang baik. 

Ia pun mengagumi pabrik AMDK Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PAM) Tirta Sanjiwani Gianyar karena memiliki peralatan produksi yang sudah sangat lengkap. "Kualitas alat filtrasinya high teknologi," tegasnya. 

Disamping itu, menurutnya pembangunan pabrik AMDK di Gianyar merupakan satu-satunya yang menggunakan sumber mata air langsung. "Hal ini akan mendapatkan sumber air yang murni dan lebih segar. Maka itu sumber mata air harus tetap terjaga kebersihan dan keberlangsungan untuk tetap menjaga kebersihan keterjagaan sumber produksi," pungkasnya.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news