Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Epilepsi Kumat, Perempuan Muda Tewas Mengambang di Parit

05 Maret 2021, 19: 25: 18 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Epilepsi Kumat, Perempuan Muda Tewas Mengambang di Parit

JENAZAH : Situasi penemuan jenazah Ni Putu Eka Juniari yang ditemukan meninggal di parit tidak jauh dari rumahnya, Jumat (5/3). (istimewa)

Share this      

 TABANAN, BALI EXPRESS – Seorang perempuan berusia 27 tahun, Ni Putu Eka Juniari, asal Desa/Kecamatan Kubu, Karangasem, ditemukan sudah tidak bernyawa di parit di lingkungan tempat tinggalnya, Banjar Buruan Kaja, Desa Buruan, Penebel, Jumat (5/3).

Saat ditemukan sekitar pukul 10.00 Wita, tubuhnya ditemukan dalam kondisi tertelungkup dan mengambang. Terbawa arus aliran air pada parit tersebut. Korban mengenakan pakaian berwarna cokelat gelap dan celana jeans biru.

Polisi yang terjun ke lokasi, menduga,m korban meninggal akibat penyakit epilepsinya yang kambuh. Itu setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban yang dilakukan petugas Puskesmas Penebel I. Ditambah lagi dengan keterangan orang tuanya yang menyebutkan korban memiliki epilepsi.

Baca juga: Ngaku Takut Disuntik, Bupati Gianyar Tetap Ikut Vaksinasi

Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu Nyoman Subagia membenarkan kabar penemuan mayat di wilayah hukum Polsek Penebel itu.

Dikatakannya, korban pertama kali ditemukan saksi, Ni Made Andry Tirtanadi,27. Warga setempat yang kebetulan sedang mencuci piring. Kebetulan saksi hendak mencuci piring di parit yang menjadi lokasi penemuan mayat tersebut. “Kondisi tubuh korban kaku dan membengkak,” jelas Iptu Subagia.

Dari keterangan saksi, saat pertama kali menemukan tubuh korban yang mengambang, dia histeris. Dia langsung memberitahukan apa yang dia lihat tersebut ke suaminya. Agar tidak hanyut terbawa arus, tubuh korban kemudian diikat. Selanjutnya penemuan itu dilaporkan ke Polsek Penebel.

Hasil pemeriksaan luar, ditemukan ada luka lecet pada dahi korban. Kemudian memar pada dada korban yang diduga akibat benturan dengan bebatuan pada parit tersebut.

Peristiwa ini juga membuat keluarga korban histeris. Tidak menyangka korban akan ditemukan meninggal dunia. Ayahnya, I Ketut Suparta, menuturkan sekitar pukul 09.00 Wita, sempat melihat ada orang duduk di pinggir parit.

Hanya saja dia tidak menyadari kalau yang duduk itu adalah korban. Sebab, saat itu dia tidak melihat dengan jelas karena sedang berada di dalam kamar. Baru sekitar pukul 10.30 Wita dirinya menyadari yang duduk di pinggir parit itu adalah anaknya. Itupun setelah dia mendapatkan kabar bahwa anaknya sudah meninggal.

Mengenai epilepsi, ayahnya menyebutkan riwayat penyakit itu sudah diderita sejak korban berusia dua tahun. Dan, penyakit yang diderita korban itu kerap kambuh.

“Dari berberbagai keterangan saksi, hasil pemeriksaan medis dan keterangan keluarga korban, diduga korban meninggal dunia setelah penyakit epilepsi yang diderita korban kambuh,” pungkasnya. 

(bx/hai/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news