Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Umat Ikuti Rangkaian Prosesi Nyepi di Tabanan Dibatasi

05 Maret 2021, 20: 01: 34 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Umat Ikuti Rangkaian Prosesi Nyepi di Tabanan Dibatasi

NYEPI : Rapat koordinasi pengamanan Nyepi Caka 1943 yang berlangsung di Aula Wisnu Hartono, Polres Tabanan, Jumat (5/3). (istimewa)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS – Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan Majelis Desa Adat (MDA), Polres, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan, membuat kesepakatan mengenai rangkaian perayaan Nyepi Caka 1943, Minggu (14/3).

Kesepakatannya, rangkaian perayaan Nyepi akan disesuaikan dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Kesepakatan tersebut mengacu pada Surat Edaran Bersama yang dikeluarkan PHDI dan MDA Provinsi Bali Nomor: 009/PHDI-Bali/1/2021 dan Nomor: 002/MDA-Prov Bali/1/2021.

Baca juga: Kadis PMD Buleleng Sebut Ada 24 BUMDes yang Bermasalah

Kesepakatan yang turut dihadiri Sekda Tabanan I Gede Susila dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta tokoh agama dan masyarakat di Tabanan itu, berlangsung Jumat (5/3) di Aula Wisnu Hartono, Polres Tabanan.

Beberapa poin penting dalam kesepakatan itu antara lain tata cara pelaksanaan Melasti. Upacara tersebut dimungkinkan untuk dilakukan di pantai, danau, beji, atau campuhan bagi desa-desa adat yang wawidangannya atau lokasinya sangat dekat. Selain itu, jumlah pesertanya juga dibatasi dan tidak berkerumun.

Pembatasan jumlah peserta ini juga berlaku dalam upacara Tawur Kasanga. Pun demikian dengan Pangrupukan menjelang malam hari. Jumlah peserta maksimal 50 orang.

Selain itu, pamangku juga diharapkan menggunakan penyiratan yang sudah bersih pada saat nyiratang tirta kepada krama desa adat. Sementara untuk pawai Ogoh-ogoh, sudah dipastikan tidak ada.

Patengan Madya MDA Tabanan Ida Ayu Ratna Pawitrani menyebutkan, rangkaian perayaan Nyepi kali ini tetap mengacu pada edaran bersama antara PHDI dan MDA Bali. Dalam edaran tersebut telah diatur dengan jelas tata cara pelaksanaan upakara atau ritual dalam rangkaian perayaan Nyepi.

“Kami sudah menyebarluaskan surat edaran itu ke Majelis Alitan atau Majelis Desa Adat Kecamatan untuk diteruskan lagi ke masing-masing desa adat,” tukasnya.

Dari sisi keamanan, pihak Polres Tabanan berencana menyiagakan 430 personelnya. Mereka nantinya akan berkolaborasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Linmas, serta Pacalang.

Ini seperti dijelaskan Waka Polres Tabanan Kompol I Ketut Gelgel. Dikatakannya, selain melakukan pengamanan, personel yang dikerahkan itu juga bertugas untuk mengawasi jalannya penerapan prokes.

“Kami imbau warga menaati surat edaran bersama dari PHDI dan MDA Bali. Jangan sampai muncul klaster upacara setelah Nyepi,” tukas Gelgel. 

(bx/hai/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news