Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features

Urai Kotoran Ayam dengan Maggot; Hasilkan Pupuk dan Pakan Ikan

16 Maret 2021, 20: 07: 23 WIB | editor : I Putu Suyatra

Urai Kotoran Ayam dengan Maggot; Hasilkan Pupuk dan Pakan Ikan

MAGGOT: Sejumlah pekerja saat mengumpulkan ulat maggot dari kotoran ayam petelor di Dusun Dangin Margi, Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

KUBUTAMBAHAN, BALI EXPRESS - Inovasi Wayan Kantra, 57 peternak asal Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan layak ditiru. Ia memelihara ulat maggot untuk mengurai limbah kotoran ayam petelor yang diternakknya. Bahkan, ulat maggot tersebut kemudian dijadikan pakan untuk ikan yang dipeliharanya.

Di lahan seluas 3 are inilah, Wayan Kantra memelihara ribuan ekor ayam petelor sejak 8 bulan lalu. Limbah kotoran ayam inilah yang kemudian diurai oleh belatung atau ulat maggot sehingga tidak menimbulkan polusi terhadap lingkungan sekitar.

Sejumlah pekerja juga terlihat sibuk memungut dan memilah ulat maggot dari kotoran ayam. Setelah terkumpul, maggot tersebut kemudian dijadikan pakan bagi ikan air tawar yang ia pelihara di sebelah barat kandang ayamnya.

Baca juga: Gebyar Vaksinasi Covid-19, Bupati Tamba Target 1.200 Sasaran Per-Hari

Kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Wayan Kantra menceritakannya jika ide memelihara ulat Maggot ini ia dapatkan setelah memelihara ayam petelor yang kandangnya berlokasi di Dusun Dangin Margi, Desa Bulian. Proses belajarnya pun hanya melalui youtube saja.

Ulat Maggot dihasilkan dari lalat jenis Black Soldier Fly (BSF) atau lalat tentara hitam. Bibit Lalat BSF ia beli dari Jogjakarta sejak 6 bulan lalu. Kemudian diternakkan hingga bertelur dan menetas menjadi ulat Maggot.

“Memang ulat maggot ini sangat bagus untuk mengurai kotoran ayam yang dipelihara, sehingga limbahnya bisa diolah kembali,” ujar Kantra kepada Bali Express (Jawa Pos Group) Selasa (16/3) siang.

Setiap lima hari sekali, lalat BSF ini mampu bertelur. Kemudian telur tersebut ditetaskan melalui media Bio foam. Setelah menetas, ulat maggot ini kemudian diletakkan di bawah kandang ayam yang berisi kotoran ayam.

“Setelah diurai kotoran ayamnya kemudian maggotnya kembali dipanen. Untuk dijadikan pakan ikan air tawar yang dipelihara. Karena memang ikan air tawar itu kan makan apa saja, jadi bafus untuk diberikan maggot,” imbuhnya.

Tak cukup disana, kotoran ayam yang sudah diurai selanjutnya diambil untuk dijadikan pupuk organic dan ditaburkan di perkebunan Buah Naga seluas 14 hektare yang berlokasi di Desa Bulian. Ia tak menampik, selama ini masih kekurangan pupuk kandang untuk memenuhi puluhan ribu pohon buah naga yang dibudidayakannya.

“Kalau saya pelihara 12 ribu ekor ayam rasanya baru mencukupi kebutuhan pupuk organic untuk ditaburkan di perkebunan buah naga,” jelasnya.

Lalu apa makanan lalat BSF agar tetap bertelur? dikatakan Kantra tidak ada makanan khusus terhadap lalat BSF tersebut. Yang pasti, harus dibuatkan kandang yang terbuat dari jarring sehingga lalat tidak bertebangan.

Hanya saja, ia mengaku sedikit kesulitan untuk menghasilkan indukan lalat BSF.“Makanan khusus tidak ada. kadang cari sampah sedikit, biar ada yang dihinggapi lalatnya. Dalam satu gram telur lalat BSF bisa menghasilkan 3 kilogram ulat maggot. Setelah bertelur, lalat betinanya langsung mati,” pungkasnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news