Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Mengenal Yos, Kawitan Lokal Masyarakan Desa Pedawa, Buleleng

25 Maret 2021, 15: 55: 57 WIB | editor : I Putu Suyatra

Mengenal Yos, Kawitan Lokal Masyarakan Desa Pedawa, Buleleng

TRADISI: Salah seorang warga Desa Pedawa saat menjalani tradisi masyarakat setempat. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Umumnya, masyarakat Hindu Bali mengenal kelompok kekerabatan yang disebut soroh kawitan, yang merupakan asal mula atau leluhur seseorang yang menjadi cikal bakal keberadaan keluarganya di masa kini. Atau bisa dikatakan, kawitan adalah asal mula sebuah soroh atau klan yang ada di Bali. Secara universal, di Bali hanya mengenal satu kawitan. Menariknya, di Desa Pedawa mengenal dua kawitan yaitu kawitan kulit dan kawitan lokal.

Kawitan kulit merupakan asal mula atau leluhur seseorang yang menjadi cikal bakal keberadaan keluarganya di masa kini. Sedangkan, kawitan lokal masyarakat Desa Pedawa menyebut dengan Yos yang wajib dimiliki semua masyarakat Desa Pedawa.

Tokoh Masyarakat Pedawa, Wayan Sukrata, 65, kepada Bali Express (Jawa Pos Group) mengatakan, Yos berasal dari kata niosin, yang berarti pemujaan atau sungsungan masyarakat mengarah ke dewa tersebut.

Baca juga: Ini Pesan KI Pusat untuk Lawan Disiinformasi Soal Program Vaksinasi

BERITA TERKAIT:

Mengenal Yos, Kawitan Lokal Masyarakan Desa Pedawa, Buleleng

Yos bisa dimaknai sebagai dewa yang sangat dimuliakan masyarakat Pedawa.  Bisa dikatakan kawitan lokal. Sebab, paling dekat dengan masyarakat Pedawa. “Dewa tersebut dipercayai sebagai dewa pelindung,” jelas Sukrata, Selasa (23/3) siang.

Menurutnya, Yos merupakan kelompok-kelompok kekerabatan. Sebab di dalam Yos tersebut terdapat keluarga inti yang terdiri dari seorang suami, seorang istri, dan anak-anak mereka yang belum kawin.

Dijelaskan Sukrata, mengenai sejarah dari asal-usul munculnya Yos di Desa Pedawa, sampai saat ini masyarakat Desa Pedawa tidak memiliki catatan. Bahkan tidak ada yang mengetahuinya secara pasti asal-usul adanya Yos. Namun masyarakat setempat sangat meyakininya.

Masyarakat Desa Pedawa yang belum mengetahui Yos, maka mereka akan mengalami hukuman dari segi sekala dan niskala. Dari segi sekala orang tersebut akan menjadi kecue yaitu istilah lokal dari masyarakat Desa Pedawa, yang artinya menjadi buah bibir di lingkungan masyarakat Desa Pedawa.

Sedangkan dari segi niskala, maka orang tersebut akan mengalami kesakitan terus-menerus dalam keluarganya. Dimana saat seseorang tersebut merasa kesakitan, maka mereka akan nunas petunjuk dari Ida Bhatara melalui balian desa atau orang pintar.

“Setelah dilihat bahwa seseorang tersebut belum memiliki Yos. Dengan tidak memiliki Yos, maka seseorang tersebut akan mengalami kesakitan secara terus-menerus. Setelah mempunyai Yos, kesakitan yang dialami orang tersebut akan hilang tanpa diobati,” jelasnya.

Untuk memastikan Yos, maka seseorang harus menggelar upacara Nedunang Periang. Nedunang Periang berasal dari kata “nedun” yang berarti turun dan “periang” yang berarti hyang atau dewa. Dengan melaksanakan upacara ini, maka akan diberi petunjuk dari Ida Bhatara melalui balian atau orang pintar.

“Jadi orang pintar atau balian tersebut akan kerangsukan, dan akan mengatakan bahwa kamu Yos-nya ini. Karena menurut wahyu kamu Yos-nya ini,” ungkap Sukrata.

Upacara Nedunang Periang dilakukan di Sanggah Kemulan selama 12 jam dan dilakukan pada waktu malam hari. Dimana pemimpin upacara tersebut ditentukan oleh anggota keluarga yang melaksanakan upacara. “Upacara Nedunang Periang bisa dilakukan di rumah keluarga yang dituakan, disanalah bisa dilaksanakan Nedudang Panembahan,” akunya.

Sarana upacara Nedunang Periang dilakukan dengan membuat banten. Seperti banten Pejati atau di Desa Pedawa disebut dengan banten Daksina Baas Pipis Canang Meraka. Kemudian di Sanggah Kemulan yang diikuti oleh Premas dan anggota keluarga yang ingin mendapatkan Yos. Banten Daksina Baas Pipis Canang Meraka merupakan banten pokok atau banten utama masyarakat Desa Pedawa.

Dikatakan Sukrata, di Pedawa masyarakat mengenal 14 Yos. Diantaranya Yos Munduk Madeg-Batan Kadap, Yos Batur Makasa, Yos Gunung Agung, Yos Kemulan Bingin, Yos Penyarikan, Yos Bukit Anyar, Yos Embang, Yos Labuan Aji, Yos Munduk Duwur, Yos Kemulan Telaga Waja, Yos Muspait, Yos Pengempelan, Yos Gadung Gaduh dan Yos Rambut Siwi.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news