Minggu, 18 Apr 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Usadha Babahi (7) : Ambil Coblong Air di Kuburan

30 Maret 2021, 10: 15: 15 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Usadha Babahi (7) : Ambil Coblong Air di Kuburan

ilustrasi (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS-Beragam Babahi, mulai dari gejala, efek, cara mengobati, dan mantra untuk mengatasi akibat sakit karena dibuat oleh orang berniat jahat ini, akan dibeber lewat Usada Babahi.

Usada Babahi diserikan (dirilis bersambung) diambil dari Buku 'Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usada, Pengobatan Tradisional Bali' yang ditulis oleh I Ketut Suwidja (1991).

Sajen untuk mengatasi Babahi, dihaturkan pada waktu api menyala-nyala, tabuhin (memercikkan atau mengguyurkan dengan air dan arak atau berem), daksina pun dibenahi. Mantra : Om jabija geni, suksma ya manah, beras ditaburkan. 

Baca juga: Outlet Sang Pisang di Denpasar Masih Kokoh, Pegawai Dirumahkan

Mantra nasi wong wongan (nasi dibentuk seperti orang) dan segehan dengan mantra : Ih Hyang Agni.

Setelah diasapi tangan dan kakinya dikerik, dimasukkan ke dalam api, arangnya dimasukkan ke dalam coblong (bejana air dari tanah liat) berisi air, mengambilnya di kuburan, disaring sampai jernih, ditutuh dan diminum, dicampur jeruk, ampasnya untuk bedak, cuka yang disimpan bertahun-tahun, arak api (arak yang bisa dibakar) kapur tohor. Apabila belum sembuh, harus ditebus di tempat pemujaan keluarga (Bali : sanggar). 

Gila karena kaul belum dibayar. Kalau penyakit karena pitra (leleuhur yang sudah suci) Dewa harus ditebus dengan sajen menurut ketentuan. Kalau belum juga sembuh, masih ada lagi penebus dengan sajen yang telah ditentukan. 

(bx/wid/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news