Minggu, 18 Apr 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Usadha Babahi (6) : Tutuh Mata dan Diasapi

30 Maret 2021, 10: 22: 41 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Usadha Babahi (6) : Tutuh Mata dan Diasapi

ilustrasi (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS-Beragam Babahi, mulai dari gejala, efek, cara mengobati, dan mantra untuk mengatasi akibat sakit karena dibuat oleh orang berniat jahat ini, akan dibeber lewat Usada Babahi.

Usada Babahi diserikan (dirilis bersambung) diambil dari Buku 'Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usada, Pengobatan Tradisional Bali' yang ditulis oleh I Ketut Suwidja (1991).

Tutuh  mata dan hidung untuk yang terkena Babahi. Sarana : merica gundil 11 biji, tabia bun (piper retrofractum vahl piperaceae), 5 buah, katik cengkih 11, dasun tunggal 1 sendok, mesui, kencur lanang (berumbi hanya 1), diulek halus, air jeruk, arak perahu (dibawa orang perahu dari luar Bali), untuk tutuh mata dan hidung.

Baca juga: Cari Lumut, Pemancing Temukan Orok di Tukad Unda

Mata disembar. Sarana : jahe pahit, kencur lanang, sentok (Cinnamonum sintok BI. Lauraceae), masui, sirih bertemu ruas 3 lembar dirajah Am Um Mam, musi (Artemisia cina Bng. Compositae) sejumput, ginten sejumput, semua dicampur, muka dan mata disembar 3 kali.

Apabila belum sehat, diasapi (Bali : dusdus) dengan tulang manusia, serpihan tikar rotan, pecahan tembikar diberi rajah berasal dari tempat pembakaran mayat, tangkai (Bali : gumpang), ketan, tangkai padi cicih (lebih cepat berbuah daripada jadwal biasa), tangkai injin (beras hitam), jurai (ujung kain) patowala sutra, kain gringsing wayang. 

Kemudian sobekan kain dalam jenis cepuk, jadam, seberat 100 kepeng, inggu seberat 10 kepeng, galuga (bixa orellana L. Bixaceae) seberat 5 kepeng, menyan arab seberat 10 kepeng, jambot kuda belang, babi betina belang, anjing belang.

Selanjutnya sampah diperempatan jalan, sampah di pasar, sampah di pura bale agung, minta pada bendesa (pangamong pura), sama-sama 11 tusuk yang dipakai sapu lidi yang telah aus karena dipakai (Bali : tutud), jangan menoleh, tulang bunglon, tulang anak itik (Bali : memeri), tulang ayam hitam, isi perut babi mentah. 

Pada waktu mengasapi (Bali : nusdus) membuat sajen daksina gede, selengkapnya, segehan 9 perangkat diberi warna, dagingnya dari darah.

Mantra : Sang bhuta bang inilah sajenmu dan makanlah ikut sertakan mantra bertuah untuk membasmi penyakit babahi, basmi, 3 kali.

(bx/wid/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news