Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Usadha Babahi (10) : Ambil Sampah di Kuburan

03 April 2021, 10: 19: 37 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Usadha Babahi (10) : Ambil Sampah di Kuburan

ilustrasi (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS-Beragam Babahi, mulai dari gejala, efek, cara mengobati, dan mantra untuk mengatasi akibat sakit karena dibuat oleh orang berniat jahat ini, akan dibeber lewat Usada Babahi.

Usada Babahi diserikan (dirilis bersambung) diambil dari Buku 'Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usada, Pengobatan Tradisional Bali' yang ditulis oleh I Ketut Suwidja (1991).

Badan yang kena Babahi diurut badannya dengan minyak makasar, minyak kalamoko, minyak kayu putih, arak api, cuka belanda, jeruk linglang, diurut setiap hari, sembuh karenanya.

Baca juga: Politikus Senior PDIP Wayan Sutena Meninggal, Sempat Isolasi Covid-19

Kena pengaruh Babahi, sakit pegal linu dan bengkak di beberapa tempat, sakit perut melilit seperti mau pingsan. Sarana : potongan sapu lidi 9 batang, lidi penusuk sate, kayu penguat (Bali : peting) balai banjar, hip atau iyip (tangkai ijuk berwarna hitam mengkilat dan keras), sapu dipakai untuk menusuk sampah yang telah disapu 11 lembar, sampah di desa.

Kemudian sampah di kuburan, mengambil pada hari Byantara Keliwon, trikatuka, dipipis, cuka yang disimpan bertahun-tahun, sore-sore diurut dengan air terlebih dulu, lalu diberi bedak.

Sakit kena Babahi, sakitnya lesu tak bertenaga, disakiti oleh I Uyup Bayu, perut selalu gembung, setiap hari mau pingsan, tidak bisa duduk. 

Ibat sarananya : merica gundul 21 biji, madu, limau, belerang merah, geligi badak, dedes, semua dicampur, dipipis lalu dibuat bundar, ditelan setiap hari, jadikan 9 bundaran, ditelan per biji. Urap pada perut, isinya pangi, kemiri, lumut air (Bali : tahin yeh), air digosok (Bali : asaban) kayu hetap, diurapkan pada perut. 

(bx/wid/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news