Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Api Hanguskan Rumah Warga KPM di Desa Manggissari

05 April 2021, 19: 34: 49 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Api Hanguskan Rumah Warga KPM di Desa Manggissari

PUING : Puing-puing bekas kebakaran yang menghanguskan bangunan rumah semi permanen milik Made Sudiarta, 42, di Banjar Bunut Bolong, Desa Manggissari, Kecamatan Pekutatan, Jembrana. (istimewa)

Share this      

NEGARA, BALI EXPRESS - Warga Banjar Bunut Bolong, Desa Manggissari, Kecamatan Pekutatan, dikejutkan dengan peristiwa kebakaran, Senin (5/4) siang. Satu bangunan rumah semi permanen berukuran 6,5 X 5 meter ludes terbakar. Api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik.

Tidak hanya menghanguskan bangunan rumah berdinding batako dan kayu dengan atap asbes. Api juga membakar seisi rumah seperti surat berharga, pakaian, kebutuhan sembako serta perabotan rumah tangga lainnya. Akibat kejadian itu pemilik rumah Made Sudiarta,42 diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp 50 juta.

Dari informasi yang diperoleh Bali Express (Jawa Pos Group), api diketahui pertama kali oleh salah seorang tetangga korban sekitar pukul 11.00 Wita. Kemudian kejadian itu disampaikan kepada Ni Ketut Wartini,14 (anak korban) yang selanjutnya bergegas pulang. Sedangkan saat itu, orang tuanya sedang pergi ke kebun.

Baca juga: Dewan Harapkan Insentif Pengurangan Pajak Untuk LP2B

Wartini bersama dengan orang tuanya tiba ketika api sudah membakar seluruh rumahnya. Dibantu warga sekitar, mereka berusaha memadamkan api yang terus membesar dan menghanguskan seluruh isi rumah.

Sekitar pukul 11.25 Wita, empat unit kendaraan pemadam kebakaran milik Pemkab Jembrana tiba di lokasi. Namun karena mobil pemadam mengalami kesulitan akses masuk ke lokasi, akhirnya api baru berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian dengan peralatan seadanya.

Kelian Banjar Bunut Bolong, Desa Manggissari, Ketut Wiratna mengatakan, pemilik rumah  Made Sudiarta merupakan keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan pangan non tunai. 

Made Sudiarta yang memiliki 7 orang anak ini, lanjutnya, sudah pernah menerima bedah rumah tahun 2017 lalu. "Anak pertamanya masih duduk di bangku SMA. Kalau sehari-hari dia bekerja serabutan,” ujarnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Kasat Pol PP Jembrana Made Leo Agus Jaya membenarkan adanya kejadian kebakaran tersebut. Musibah kebakaran diduga karena konrsleting listrik. 

(bx/tor/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news