Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Kejari Buleleng Perpanjang Masa Penahanan Tersangka Kasus Dana PEN

05 April 2021, 20: 21: 16 WIB | editor : Nyoman Suarna

Kejari Buleleng Perpanjang Masa Penahanan Tersangka Kasus Dana PEN

Kasi Intel Kejari Buleleng, Anak Agung Ngurah Jayalantara. (Dian Suryantini/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS ­– Masa penahanan 8 tersangka kasus dana PEN diperpanjang lagi selama 30 hari kepdepan. Sebab, Jaksa Penuntut Umum (JPU) hingga kini masih melakukan penelitian terhadap berkas perkara yakni selama dua minggu hingga Selasa (13/4). Kasus markup itu tidak saja pada program Explore Buleleng, namun juga pada kegiatan Bimtek CHSE. Perpanjangan ini dilakukan megingat JPU masih melakukan penelitian berkas perkasa, sementara masa penahanan delapan tersangka itu akan habis minggu depan.

Kasi Intel Kejari Buleleng, Anak Agung Ngurah Jaylantara, Senin (5/4) siang menyampaikan, tim penyidik memiliki inisiatif untuk memperpanjang masa tahanan terhadap delapan tersangka. Sebab waktu penelitian berkas masih dilakuka JPU. “Dari JPU ada petunjuk untuk melengkapi lagi berkasnya. Dan dari penyidik akan melakukan permohonan perpanjangan penahanan ke PN Singaraja besok (Selasa (6/4)). Masa penahanan para tersangka itu akan segera habis. 7 orang akan berakhir tanggal 17 April ini dan satu orang tanggal 24 April,” Ungkapnya.

Jayalantara mengambahkan, jumlah kerugian negara yang sebelumnya senilai Rp 789 juta lebih berubah menjadi Rp 738 juta lebih. Perubahan ini dikarenakanadanya pengadaan barang untuk kegiatan Explore Buleleng. hingga kini Kejari Buleleng berhasil menyita Rp 616. 360.900,-. “Setelah kami hitung kembali, kerugian negara mengalami perubahan. Dalam kegiatan Explore Buleleng, tas yang diberikan kepada pesert itu dibeli oleh salah satu tersangka via olshop (toko online). Tapi pada kwitansi menggunakan toko lain. Jadi hitungannya jadi Rp 738 juta lebih,” lanjutya.

Baca juga: Gede Dana Perintahkan Dinas PU Segera Garap Jembatan Asak-Subagan

Jayalantara pun menyebut masing-masing tersangka mendapat bagian. Bagian terbesar didapat oleh tersangkan Made Sudama Diana selaku Kepala Dinas Pariwisata, sebesar Rp 109 juta. Kemudian Kabid Sumber Daya Pariwisata, Putu Budiani, Kabid Pemasaran Pariwisata I Nyoman Gede Gunawan, Kasi Bimbingan Masyarakat Nyoman Simpeden, Kasi Pengembangan dan Peningkatan SDP Kadek Widiastra dan Kasi Kelembagaan dan Standarisasi Pariwisata Putu Sudarsana, masing-masing menerima Rp 4 juta. Sedangkan Ni Nyoman Ayu Wiratini menerima Rp 27 juta dan Kasi Promosi dan Kerjasama I Gusti Ayu Maheri Agung menerima Rp 6 juta. “Dari uang yang diterima itu beberapa sudah dikembalikan. Tapi yang belum kembali hingga kini adalah uang dari Made Sudama Diana sebesar Rp 50 juta. Tambahan dari rekanan juga harusnya mereka dapat. Tapai karena keburu kasusnya mencuat mereka tidak ambil. Jadi rekanan bawa uang itu ke kami,” jelasnya.

(bx/dhi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news