Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Alasan Pandemi, Pengasong, Pengamen dan Gepeng Bertebaran

06 April 2021, 06: 40: 57 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Alasan Pandemi, Pengasong, Pengamen dan Gepeng Bertebaran

AMANKAN PENGASONG : Satpol PP Kota Denpasar saat mengamankan pengasong di wilayah Kota Denpasar (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Pengasong dan Gepeng (gelandangan dan pengemis) masih saja menghiasi Kota Denpasar di beberapa titik. Terbukti, ketika dilakukan penertiban, puluhan pengasong dan gepeng berhasil ditertibkan Satpol PP Kota Denpasar, Senin (5/4).

Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, dalam penertiban itu didapati 10 orang gepeng, pengasong dan pengamen mulai dari anak kecil hingga orang tua. "Setelah ditanya, alasan mereka melakukan pekerjaan ini karena pandemi," ungkap Sayoga. 

Menurut Sayoga pandemi memang sangat berdampak pada perekonomian, mengingat saat pandemi Covid-19, banyak yang kehilangan pekerjaan. Namun, hal itu dimentahkan ketika Satpol PP mendapati jika orang-orang tersebut ada yang mengkordinir atau memantau mereka. 

Baca juga: Pameran Produk Kerajinan Pesta Kesenian Bali Akan Digelar Hybrid

Lanjut Sayoga, keberadaan para pengasong, pengamen dan gepeng ini amat menganggu ketertiban umum. Bahkan, keberadaan mereka hampir ada di setiap jalan-jalan strategis di Kota Denpasar.

 "Ada pengasong sambil minta-minta kepada pengguna jalan. Begitu juga pengamen, mereka bermodal gitar kecil sambil meminta uang di lampu merah," imbuhnya. 

Dari pendataan yang dilakukan, kata Sayoga, para pengasong, gelandangan dan pengemis yang ditertibkan itu semuanya berasal dari luar Kota Denpasar, sedangkan para pengamen berasal dari luar Pulau Bali. 

Saat ini, mereka semua masih diamankan di Kantor Satpol PP Kota Denpasar untuk langkah selanjutnya akan dipulangkan ke daerah asalnya.

Agar hal ini tidak terjadi lagi, Sayoga berharap agar semua pihak ikut mengawasi, sehingga di Kota Denpasar tidak lagi ditemukan oknum-oknum seperti itu. "Ini tentu sangat menggangu dan bahkan bisa mengancam keselamatan pengendara dan keselamatan masyarakat di jalan raya," tandasnya. 

(bx/dip/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news