Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Pemkot Denpasar Bersama OJK, Sinergikan Penyaluran KUR UMKM 

06 April 2021, 06: 46: 58 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Pemkot Denpasar Bersama OJK, Sinergikan Penyaluran KUR UMKM 

SENTUH UMKM : Dinas Koperasi Kota Denpasar berharap jatah KUR bisa diserap, khususnya untuk UMKM yang ada di Kota Denpasar dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.  (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Pemkot Denpasar melalui Dinas Koperasi Kota Denpasar melaksanakan rapat koordinasi terkait upaya penyamaan persepsi dalam kegiatan pelaksanaan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2020 dan 2021. 

Rapat yang dipimpin Kadis Koperasi Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena ini dilaksanakan di Ruang Praja Utama, Kantor Walikota, Senin (5/4).

Hadir juga dalam rapat tersebut Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ida Bagus Putu Siwa Adnyana, Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Denpasar, I Made Saryawan, perwakilan seluruh perbankan di Kota Denpasar serta perwakilan OPD terkait Kota Denpasar.

Baca juga: PKB Ajak Organisasi Umat Islam di Bali Bangun Bali

Made Erwin Suryadarma Sena mengatakan, pihaknya juga memiliki Tim Monev untuk dapat mengetahui sejauh mana merealisasikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ini di masing-masing penyalur. Termasuk juga di masing-masing OPD di lingkungan Pemkot Denpasar.

Lanjutnya, pihaknya menginginkan jatah KUR ini bisa diserap, khususnya untuk usaha mikro kecil dan menengah yang ada di Kota Denpasar dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19. 

Dalam evaluasi selama ini, justru yang mendominasi mengakses KUR adalah jenis usaha perdagangan dan jasa, namun belum banyak diberikan kepada usaha mikro seperti pedagang-pedagang kecil, petani dan peternak kecil.

"Kami inginkan bagaimana agar mereka Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) diprioritaskan untuk mendapatkan KUR," ujar Erwin Suryadarma.

Selebihnya dikatakanya, pihaknya juga minta kepada OPD yang memiliki binaan UKM di usaha pertanian, perkebunan maupun yang lainnya agar lebih menggalakkan dan menginformasikan kepada mereka untuk mendapatkan akses-akses KUR ini. 

Karena sebagian besar dari mereka kurang paham dan mengerti terhadap program KUR dengan bunga sebesar 6 persen ini. "Dan untuk selanjutnya kami juga akan turun langsung ke lapangan bersama Tim Monev untuk memantau permasalahan-permasalahan yang terjadi di lapangan," tegasnya.

Maka dari itu untuk masing-masing penyalur, diharapkan dapat menyetorkan data nasabah yang macet dan nasabah yang lancar, sehingga pihaknya dapat lebih mudah memberikan solusi maupun sosialisasi kepada nasabah tersebut.

"Kami berharap untuk kedepannya, bagaimana program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang digalakkan oleh pemerintah dengan bunga yang sangat rendah ini dapat terserap dan tersalurkan kepada UKM khususnya kepada UMKM kecil mikro," pungkas Erwin Suryadarma. 

(bx/dip/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news