Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Bali Under The Moon
icon featured
Bali Under The Moon

Umbu Berpulang, Sastrawan Unik, Misterius, Istimewa Dalam Dunia Puisi

06 April 2021, 13: 29: 00 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Umbu Berpulang, Sastrawan Unik, Misterius, Istimewa Dalam Dunia Puisi

UNIK DAN MISTERIUS : Sosok Umbu Landu Paranggi memiliki nilai tersendiri di mata sahabat-sahabatnya. Kini, salah satu maestro sastra Indonesia ini telah berpulang di usianya 78 tahun (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Umbu Landu Paranggi, salah seorang maestro sastra nasional telah berpulang, Selasa (6/4) dini hari di Rumah Sakit Bali Mandara. Penyair kelahiran Sumba Timur  10 Agustus 1943 yang identik dengan sebutan Presiden Malioboro ini, meninggal di usia 78 tahun karena terpapar Covid-19.

Kepergian Umbu Landu Paranggi tentu saja membuat kaget sebagian khalayak, terutama tokoh-tokoh sastrawan Bali serta sahabat-sahabatnya di dunia jurnalistik. Wajar, Umbu Randu Paranggi dahulunya adalah seorang wartawan di salah satu media swasta di Bali.

Widminarko, salah satu sahabat dekatnya yang juga sosok wartawan senior Bali, berkesempatan menceritakan pengalaman dirinya bertemu dengan Umbu Landu Paranggi. 

Baca juga: Badung Mulai Ramai Bahas Pengganti Giriasa

“Saya bertemu dan berkenalan langsung dengan Umbu di tahun 1978. Sebelumnya saya hanya mengenalnya dari jarak jauh. Saya dikenalkan Joko Afandi, teman saya dari Yogyakarta yang juga teman dari Umbu. Kalau bisa dibilang, saya memberi jalan dia (Umbu) yang akhirnya bisa berkiprah di Bali dengan bergabung ke media,” ungkap Widminarko saat dihubungi Bali Express (Jawa Pos Group), Selasa (6/4).

Di mata Widminarko, sosok Umbu Landu Paranggi adalah sosok yang unik sekaligus misterius. Diakui Widminarko, Umbu adalah orang yang tertutup, baik itu soal dirinya, keluarganya bahkan tempat tinggalnya juga tak diketahui selama menetap di Bali. “Saya jarang ketemu dia, kecuali hari Sabtu malam di kantor redaksi,” imbuhnya.

Mengenai dunia sastra, Umbu Landu Paranggi diakui sosok yang ulet dan berdedikasi di dunia sastra, khususnya puisi. Kala itu, Widminarko memegang jabatan Wakil Pemimpin Redaksi atau Redaktur Pelaksanna di media tersebut, dimana ia juga selaku pembina salah satu rubrik bernama Pos Remaja. 

Di rubrik itu, Widminarko menunjuk Umbu Landu Paranggi yang menggarapnya. “Saya memberi kebebasan Umbu untuk berkreasi mengelola rubrik puisi. Dia kreatif dalam mendorong orang untuk meningkatkan kualitas menulis puisi. Antara lain membinanya secara berjenjang lewat kompetisi, pemilihan penulis puisi berbakat maupun lainnya. Dan, aktif menghadiri diskusi-diskusi tentang puisi di berbagai tempat,” cetusnya.

Sosok misterius dari Umbu Landu Paranggi itu tetap melekat di mata Widminarko hingga kini. Bahkan, di awal-awal pertemuannya, Widminarko sempat dibuat geleng-geleng kepala oleh tingkah Umbu Randu Paranggi. 

Diceritakan, tahun itu (1978) Sanggar Pos Remaja yang ia bina akan menyelenggarakan Malam Kesenian Remaja di Aula Kanwil P dan K Bali. Acara itu dimeriahkan beberapa penyair, melibatkan grup-grup kesenian remaja dan anak-anak juga. 

Oleh Widminarko, Umbu Landu Paranggi ditawari untuk tampil dalam acara tersebut, dengan membaca puisi dan supaya dikenal secara langsung khalayak di Bali. “Waktu itu ia langsung  setuju,” sebutnya.

Mengingat Umbu adalah sosok misterius, sejak awal Joko Afandi berpesan dan mengingatkan dirinya, jangan kaget kalau pada saatnya nanti Umbu datang terlambat, atau tidak datang ketika diundang. Panggung sudah didesain, nama Umbu Landu Paranggi juga dicantumkan dalam pembaca puisi di daftar acara. Menjelang acara tiba, Umbu belum tampak.

“Walau sudah datang, entah di mana dia bersembunyi. Para penyair umumnya belum kenal langsung sosok Umbu. Ketika namanya dipanggil, tiba-tiba Umbu muncul dari belakang panggung. 

Dia mengenakan songkok hitam, berkalungkan kain sarung yang melilit lehernya. Dia membaca puisi dengan suara bindeng (sengau). Boleh jadi inilah penampilan perdana Umbu membaca puisi di depan khalayak di Bali,” kenang Widminarko.

“Jujur saya kaget mendengar kabar ini. Saya tahu lewat unggahan teman-teman di media sosial. Selamat jalan sahabatku,” tutupnya. 

(bx/dip/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news