Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Sakit Kepala Tak Kunjung Sembuh, Guide Asal Jepang Gantung Diri

06 April 2021, 13: 43: 02 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Sakit Kepala Tak Kunjung Sembuh, Guide Asal Jepang Gantung Diri

JENAZAH: Petugas memasukkan tubuh Nobuaki ke kantun jenazah untuk selanjutnya dievakuasi menuju RS Sanglah. (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Seorang warga asing asal Jepang bernama Nobuaki Takahasi, 52, ditemukan tewas gantung diri di kamar tempatnya menginap, Room D lantai 2 Diva Lestari Guest House, Jalan Tukad Batanghari XII Nomor 8, Panjer, Denpasar Selatan,  Senin (5/4) sekitar pukul 17.00 Wita. 

Diduga, penyebab pria yang berprofesi sebagai  pemandu wisata (guide) bahasa Jepang tersebut, karena depresi akibat sakit kepala yang diderita tak kunjung sembuh.

Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi, dihubungi Selasa (6/4), mengatakan, dari keterangan yang diberikan saksi sekaligus teman korban bernama Teguh Budi Santoso, 53, sebelum kejadian mendatangi  tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengecek kondisi Nobuaki. 

Baca juga: 'Be Nyalian' Terancam Punah di Bali

“Saksi dengan korban mempunyai hubungan pertemanan sejak 8 tahun lalu, sepengetahuan saksi dari tanggal 17 Maret 2021 korban mengeluh sakit kepala dan berjalan seperti orang sempoyongan. Saat ditemui oleh saksi beberapa saat sebelum kejadian, korban mengatakan tidak bisa berfikir dan tidak ingin makan,” papar Sukadi.

Karena korban belum makan, Budi kemudian memberitahukan kepada seorang perempuan yang menjaga guest house bernama Lin Wayan Diana, 38, untuk mengupaskan pepaya untuk korban. Sedangkan Budi keluar untuk membeli roti dan susu hendak diberikan kepada korban. 

Sampai di depan kamar Nobuaki, saksi memanggil nama korban, tapi tidak mendengar jawaban. Ia pun langsung membuka pintu dan alangkah terkejutnya, ternyata korban sudah tegantung menggunakan selendang yang diikat dan dikaitkan pada pintu kamar mandi yang dikunci. 

Sontak Budi berlari memberitahukan kejadian tersebut kepada penjaga guest house. Penjaga guest house, Diana menerangkan bahwa korban sudah tinggal di guest house tersebut sejak November 2019. 

Nobuaki diketahui bekerja sebagai guide bahasa Jepang, namun semenjak pandemi Covid-19 melanda, pria yang lahir di Okayama itu tidak bekerja lagi. 

Selama tinggal di guest house, Nobuaki tidak pernah memiliki masalah, akan tetapi mulai Maret 2021, ia sering mengeluh sakit kepala bagian belakang dan pernah menjalani pengobatan tradisional, Sabtu (3/4). 

“Setelah berobat itu korban selalu mengeluh kepada penjaga, apakah  dirinya akan mati,” tuturnya.

Pasca pengobatan itu korban tidak pernah turun lagi ke lantai bawah dan hanya menggunakan layanan ojek online untuk kebutuhan sehari-harinya. Barulah Budi datang ke guest house pada Senin(5/4) hingga terjadilah insiden tersebut. Diana kemudian meneruskan hal itu kepada atasannya yang diteruskan kepada pihak berwajib.

Polisi yang datang kemudian melakukan identifikasi terhadap tubuh korban. Tidak ditemukan adanya tandan kekerasan, kemaluan korban disebutkan mengeluarkan cairan sperma. 

Berdasarkan olah TKP, kuat dugaan korban nekat mengakhiri hidupnya akibat depresi karena sakit kepala yang dideritanya selama ini tidak kunjung sembuh. “Jenazah korban sudah dibawa ke RSUP Sanglah menggunakan Ambulans BPBD Denpasar, untuk dilakukan otopsi,” tutup Sukadi. (ges)

(bx/aim/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news