Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali
Pembuangan Bayi di Dusun Kloncing, Buleleng

Reka Ulang, Made A Sempat Mengepel dan Mencuci Setelah Melahirkan

06 April 2021, 19: 05: 44 WIB | editor : Nyoman Suarna

Reka Ulang, Made A Sempat Mengepel dan Mencuci Setelah Melahirkan

REKONTRUKSI : Adegan reka ulang yang dilakukan Polres Buleleng terkait pembuangan bayi yang dilakukan Made A, di Dusun Kloncing, Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Selasa (6/4). (Dian Suryantini/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Terkait dengan kasus pembuangan bayi di Dusun Kloncing, Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Polres Buleleng melakukan rekontruksi atau reka ulang. Rekontruksi dilakukan pihak kepolisian, Selasa (6/4) pagi untuk mengetahui jalannya peristiwa yang dilakukan oleh tersangka Made A. Rekontruksi dilakukan di dua Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan dihadiri langsung oleh Made A dan suaminya I Gusti Kadek Dwi Okayasa. TKP pertama dilakukan di rumah Made A yang berlokasi di Jalan Pulau Devata, Kelurahan Banyuning. Pada TKP pertama polisi mencatat ada 34 adegan. Sementara di TKP kedua polisi mencatat 11 adegan yang dilakukan Made A. Dari 34 adegan yang dilakukan tersangka Made A di TKP pertama, terlihat pada adegan ke-7, 8 dan 9 ia melakukan proses persalinan seorang diri, di dalam kamar rumahnya.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya menerangkan, beberapa adegan yang dilakukan dalam rekontruksi sudah sesuai dengan Berita Acara Perkara (BAP) yang diberikan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan Unit PPA Polres Buleleng. Hasilnya dari TKP pertama terungkap Made A melahirkan tanpa bantuan tenaga medis. “Beberapa kegiatan sudah sesuai dengan BAP yang diberikan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan unit PPA. Jadi ada 45 adegan disini sampai selesai kemudian adegan 7 8 9 ada di TKP 1 di Jalan Pulau Dewata Kelurahan Banyuning yang merupakan rumah Made A saat dia melahirkan,” ujarnya.

Sedangkan pada TKP kedua saat dilakukan rekontruksi, diketahui Made A meletakkan bayinya pada adegan ke 40 dan 41. “Kemudian terakhir saat penempatan bayi itu ada di adegan 40 dan 41. Jadi rekontruksi dilakukan untuk menegaskan kembali tentang jalannya peristiwa yang terjadi yang dilakukan oleh si ibu yang menempatkan bayi itu di rumah ini (rumah suaminya, red),” tambahnya.

Baca juga: Razia di Rutan Gianyar, Petugas Temukan Korek Api Hingga Celengan

Sumarjaya menyebut, saat dilakukan rekontruksi itu, terungkap fakta baru. Made A sempat mengepel lantai dan mencuci kain sesaat setelah melahirkan. Diketahui ia membersihkan bekas air ketuban yang ada dilantai dengan menggunakan celana yang dipakai, lalu mencucinya. Lalu ia membungkus bayinya menggunakan sprai. Sebelum dibawa ke rumah suaminya yang saat itu masih berstatus kekasihnya, Made A sempat mengecek denyut nadi bayi perempuan itu. Kemudian ia bergegas menuju ke Kloncing untuk meletakkan bayi itu di depan rumah Gusti Kadek Dwi Okayasa dengan tujuan agar diketahui oleh Okayasa.

Kini status Made A telah berubah menjadi tersangka dari terlapor. Namun, hingga kini polisi masih memperdalam unsur pidana dari perbuatan yang dilakukan oleh Made A. Untuk sementara, Made A disangkakan Pasal 181 KUHP terkait penyembunyian informasi suatu tindak pidana seperti mengubur, menyembunyikan kematian atau kelahirannya. Kendati telah berstatus tersangka, polisi masih belum melakukan penahanan terhadap Made A. “Sementara sih di pasal 181 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lam 9 bulan. Made A ditetapkan sebagai tersangka. Untuk penahanannya, kami masih melihat hasil perkembangan dari penyidikan. Karena selama ini Made A koperatif dalam memberikan keterangan. Kami masih menunggu hasil otopsi. Setelah itu, kami akan gelar rekontruksi lagi. Jadi tidak ujug-ujug melakukan penahanan. Ada prosesnya,” ungkapnya.

Selain berubah status menjadi tersangka, Made A kini telah sah menjadi istri dari Gusti Kadek Dwi Okayasa. Mereka telah melakukan perkawinan secara sah dengan prosesi adat agama hindu pada Jumat (2/4) lalu. Jenazah bayi yang sebelumnya dititipkan di RSUD Buleleng juga telah diserahkan kepada mereka dan telah dimakamkan di setra Banjar Dinas Kloncing, Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan. Walaupun telah melakukan perkawinan secara sah, namun tidak berpengaruh pada kasus yang terjadi. “Dan mereka sudah melakukan perkawinan secara sah dalam adat agama hindu. Bayinya sudah diserahkan dan dikubur. Untuk bayinya masih belum bisa dipastikan apakah dia meninggal saat dilahirkan atau tidak. Tergantung hasil visum nanti. Sampai saat ini hasilnya belum turun. Kalau kita dalam proses penyidikan, tidak berdasarkan pengakuan saja. tapi didukung hasil otopsi juga. Hasil rekontruksi ini akan diolah lagi oleh penyidik untuk memperdalam proses kasus ini. Dengan perkawinan itu tidak berpengaruh pada kasus ini. Tidak menghapus perbuatan yang ada,” jelas Sumarjaya. 

(bx/dhi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news