Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Kanker Tiroid, Jenis Kanker Paling Sering Ditemukan

06 April 2021, 19: 22: 16 WIB | editor : Nyoman Suarna

Kanker Tiroid, Jenis Kanker Paling Sering Ditemukan

Dokter Konsultan Bedah Onkologi RS Balimed, dr. I Putu Arya Dharma, SpB(K)Onk (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Kanker ganas pada kelenjar tiroid adalah jenis kanker pada kelenjar endokrin yang paling sering ditemukan. Seperti apa keganasan dan bagaimana cara penanganan kanker pada kelenjar tiroid ini?

Dokter Konsultan Bedah Onkologi RS Balimed, dr. I Putu Arya Dharma, SpB(K)Onk menjelaskan kanker kelenjar tiroid yang secara anatomi berbentuk seperti perisai dan terletak di leher bagian depan bawah setinggi ring trakea kedua sampai ketiga. "Kelenjar yang terdiri dari dua lobus yakni lobus kanan dan kiri yang dihubungkan oleh isthmus ini memiliki panjang 3-4 cm dan lebar 2 cm. Sehingga pada kondisi normal, secara klinis kelenjar ini tidak akan tampak dari luar dan susah untuk di raba," jelasnya Selasa (6/4).

Kanker kelenjar tiroid  merupakan kanker kelenjar endokrin yan paling sering dijumpai di Indonesia, dengan isiden sebesar 3 persen dalam satu tahun, menjadi kanker dengan urutan ke 11 yangbpaling sering ditemui saat ini. Namun demikian, 90 persen berdiferensiasi baik artinya pasien memiliki prognosis yang baik dengan angka survival atau angka harapan bertahan hidup 5 tahun mendekati 100 persen.

Baca juga: Sanggar Laras Keratuan Manggis Lestarikan Seni dan Budaya

Untuk klasifikasi usia penderita kanker tiroid ini dilanjutkan dr. Arya ditemui dari berbagai kalangan usia, mulai dari usia dewasa muda hingga pralansia hingga usia lanjut. Kanker kelenjar tiroid pada kondisi tertentu, tidak saja menyerang kelejar tiroid, namun juga bisa menjalar hingga ke kelenjar limpa dan jaringan tulang.

Untuk penanganannya, pasien kanker kelenjar tiroid, Penanganan hampir semuanya memerlukan operasi, namun jenis operasi berbeda-beda tergantung tipe histopatologis, stadium dan resiko prognostik. Jika tipe histologis kanker berdiferensiasi baik dan resiko prognostik rendah bisa dilakukan operasi isthmolobectomy atau subtotal thyroidectomy  dan dilanjutkan dengan follow up secara teratur. 

Namun jika resiko prognostik tinggi maka dilakukan operasi Total thyroiddectomy dan pengobatan substitusi dengan levothyroxin. "Pada kanker yg tidak memungkinkan dilakukan operasi pilihannya adalah dengan radioterapi baik interna atau eksterna, kemoterapi dan terapi target," lanjutnya. 

Kanker thyroid bisa muncul lagi sesudah operasi, bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti, jaringan thyroid tidak terangkat secara komplit saat operasi, sudah ada penyebaran kanker keluar dari kelenjar thyroid, ada penyebaran ke kelenjar getah bening regional, atau sudah ada metastase jauh atau keluar dari organ asalnya. 

Penyebab kanker thyroid secara pasti diakui dr. Arya, sampai saat ini belum diketahui secara pasti, tapi ada beberapa faktor resiko yang meningkatkan kemungkinan seserorang menderita kanker thyroid, seperri riwayat radiasi di daerah leher, penyakit keturunan seperti MEN.

Selain itu juga disebabkan okeh syndrom Cowden pada usia kurang dr 20 tahun atau lebih dr 50 tahun, jenis kelamin laki-laki riwayat menderita kanker di bagIan tubuh yang lain. "Kebiasaan makan lemak dan junk food bukan penyebab langsung, tapi sebagai faktor resiko," tambahnya.

(bx/gek/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news