Minggu, 18 Apr 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Lansia Wanita Dengan Berat Badan Berlebih Rentan Menderita Makula

07 April 2021, 19: 16: 29 WIB | editor : Nyoman Suarna

Lansia Wanita Dengan Berat Badan Berlebih Rentan Menderita Makula

Dokter Spesialis Mata Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, dr. Putu Budhiastra, Sp.M (k). (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS- Meskipun di Indonesia penyakit katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan bagi lansia, namun Degenerasi Makula atau kerusakan mata yang disebabkan oleh rusaknya makula mata juga menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia.

Dokter Spesialis Mata Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, dr. Putu Budhiastra, Sp.M (k) mengatakancara umum penyakit ini memang banyak dijumpai negara-negara dengan intensitas paparan sinar matahari yang tinggi. "Untuk di di Indonesia, penyakit ini lebih sering dialami oleh wanita dengan kegemukan," jelasnya.

Degenerasi makula atau biasa disebut Age-related macular degeneration adalah kerusakan pada makula, titik kecil di dekat pusat retina dan bagian mata yang diperlukan untuk penglihatan sentral yang tajam, yang memungkinkan kita melihat benda yang lurus ke depan. Degenerasi Makula umum terjadi dan merupakan penyebab utama hilangnya penglihatan pada usia 50 dan lebih.

Baca juga: Ngaku Bisa Gandakan Uang, Dukun Palsu Divonis 15 Bulan

Penyebab utama dari penyakit mata ini adalah mata yang sering terpapar sinar matahari, kegemukan,menderita diabetes, hingga kurangnya asupan antioksidan ke dalam tubuh. Swlain itu adanya riwayat keluarga dan genetika, dimana orang dengan riwayat keluarga Degenerasi Makula berisiko lebih tinggi.

Gejala awal dari penyakit macular degenerasi adalah pada mata dirasakan kebutaan. Pengelihatan yang awalnya pelan-pelan kabur ke tengah lalu ke perifer atau pinggir dan ke sentral hingga akhirnya kabur yang total. 

Pengobatan degenerasi makula pada tahap awal tidak ada pengobatan spesifik. Pengobatan ditujukan untuk memperlambat kerusakan makula, seperti pemberian beberapa vitamin dan mineral yang merupakan antioksidan. 

Untuk pengobatan degenerasi makula tahap lanjut, didasarkan pada jenis dari degenerasi makula, yaitu kering atau basah. Beberapa pilihan metode pengobatan yang dapat dilakukan, seperri penyuntikan obat anti VEGF (anti-vascular endothelial growth factor). Penyuntikan obat ini langsung pada bola mata untuk menghentikan pertumbuhan pembuluh darah abnormal pada degenerasi makula tipe basah, sehingga kerusakan makula dapat diperlambat atau berhenti.

"Selanjutnya adalah operasi laser pada mata, metode pengobatan ini juga dilakukan untuk degenerasi makula tipe basah dengan cara melaser atau mematikan pembuluh darah abnormal sehingga mencegah perburukan pada gangguan penglihatan," tambahnya.

(bx/gek/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news