Minggu, 18 Apr 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Kontrak Selesai, Petugas Tracking Berkurang Seratus Orang

07 April 2021, 20: 57: 55 WIB | editor : Nyoman Suarna

Kontrak Selesai, Petugas Tracking Berkurang Seratus Orang

Kepala Diskes Tabanan,dr. I Nyoman Suratmika, (istimewa)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS – Pandemi Covid-19 belum lagi tuntas. Kasus positif yang baru juga masih terus muncul. Tidak terkecuali di Kabupaten Tabanan yang terhitung satu dari tiga kabupaten/kota di Bali yang masih termasuk zona merah.

Di tengah penanggulangan yang masih berlangsung, tenaga tracking yang ada sekarang mesti bertambah bebannya. Pasalnya, seratus orang tenaga tracking sudah berhenti. Menyusul masa kontrak mereka yang sudah habis.

Tadinya, seratus orang tenaga tracking ini dikontrak mulai 1 November 2020 lalu. Tapi terhitung sejak 31 Maret 2021 lalu, masa kontraknya sudah habis.

Baca juga: Uang Nasabah Raib, Ketua LPD Bangkang Masih Menghilang

Jadi saat ini, tracking atau pelacakan untuk kasus positif Covid-19 yang baru praktis hanya mengandalkan petugas Puskesmas. Dan petugas Puskesmas inipun sudah mesti fokus untuk melakukan vaksinasi.

Beban tambahan itu masih sedikit diringankan dengan keikutsertaan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dari TNI/Polri yang telah dibekali pelatihan tracking dan tracing.

Berhentinya seratus orang petugas tracking tersebut tidak dipungkiri Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Tabanan, dr I Nyoman Suratmika. Katanya, mereka yang berhenti itu merupakan petugas yang dikontrak oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Mereka sudah bertugas selama lima bulan terakhir ini. Kebanyakan dari mereka merupakan tamatan sekolah kesehatan. Bukan tenaga medis yang sudah bertugas,” jelas dr Suratmika, Rabu (7/4).

Menurutnya, keberadaan seratus petugas itu terhitung sangat membantu. Mulai dari pelacakan kontak erat sampai dengan menyusun laporannya ke dalam bentuk data.

“Tugas melacak dan menelusuri itu tidak mudah. Bukan cuma mendata saja, kadang ikut membantu mengedukasi masyarakat juga,” sebutnya.

Kini, sambung dia, tugas tracking dan tracing kembali bertumpu kepada para petugas Puskesmas di masing-masing kecamatan. Mereka nantinya akan dibantu para bidan desa ditambah petugas Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Jadi tugas penelusuran kasus kembali diambil alih tenaga survilance Puskesmas, bidan desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Satgas di Desa,” sebutnya.

Sekalipun seratus orang petugas tracking yang dikontrak tersebut kebanyakan tamatan sekolah kesehatan, seperti perawat, bidan, atau S-1 di bidang kesehatan, keikutsertaan mereka pada lima bulan terakhir ini dirasa sangat membantu. Sehingga pihaknya berharap, pemerintah pusat bisa kembali melanjutkan program ini. Mengingat rekrutmen mereka dari BNPB langsung.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news