Selasa, 20 Apr 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Edarkan KTP Palsu di Pelabuhan Benoa, Dua Pelaku Ditangkap

08 April 2021, 14: 10: 12 WIB | editor : Nyoman Suarna

Edarkan KTP Palsu di Pelabuhan Benoa, Dua Pelaku Ditangkap

RILIS: Polisi memperlihatkan dokumen kependudukan palsu yang dicetak dan diedarkan oleh Bambang dan I Wayan Supardita saat rilis di kantor Polairud Polda Bali di Pelabuhan Benoa, Kamis (8/4). (I Gede Paramasutha/Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS- Direktorat Polairud Polda Bali menangkap Bambang, 55, dan I Wayan Supardita, 41. Keduanya berurusan dengan polisi karena diduga mengedarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu. Sasarannya adalah anak buah kapal (ABK) di Jalan Tuna, Pelabuhan Benoa, Banjar Pesanggaran, Desa Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan.

Tak hanya mengedarkan, kedua pelaku juga diduga terlibat pembuatan KTP palsu tersebut. Hal itu diungkapkan Dirpolairud Polda Bali Kombespol Toni Ariadi Effendi saat konferensi pers di kantor Polairud Polda Bali di Pelabuhan Benoa, Kamis (8/4). Toni menjelaskan, terungkapnya aksi para pelaku, ketika polisi memperoleh informasi dan menerima banyak laporan dari masyarakat terkait adanya orang yang sering menawarkan pembuatan KTP di sekitar Pelabuhan Benoa. Lanjut dilakukan penyelidikan hingga mengamankan Bambang saat hendak mendistribusikan KTP palsu di Pelabuhan Benoa, Kamis (25/3) sekitar pukul 12.00. “Setelah mendapatkan orderan pesanan untuk membuat KTP dari ABK, selanjutnya Bambang meminta Rian membuatkan file KTP sesuai pesanan,” ungkapnya.

Rian yang disebutkan Toni adalah warga Cilacap, Jawa Tengah  yang diduga ikut terlibat melakukan kejahatan. Namun belum berhasil ditangkap. “Cara Bambang memasarkan KTP palsu ini lewat pesan WhatsApp kepada para calon pembeli termasuk dari mulut ke mulut untuk menyebarkan informasinya,” lanjut Toni.

Baca juga: Vaksinasi Luar Zona Hijau, Badung Target Tuntas Sebelum Galungan

Dua Penjual KTP Palsu di Pelabuhan Benoa Diamankan (I Gede Paramasutha)

File yang diterima dicetak di tempat fotokopi, selanjutnya dilaminating di kosnya Bambang, Jalan Sesetan, Gang Ikan Belut Nomor 7, Denpasar Selatan. Di sana, polisi menemukan barang bukti berupa KTP palsu yang yang hendak didistribusikan. Setelah dikembangkan, ternyata tempat mencetak KTP adalah tempat usaha milik Supardita di Jalan Waturenggong, Denpasar. Sebelum dicetak, Supardita juga aktif melakukan editing.  “Wayan Supardita residivis kasus yang sama pada 2009 ditangkap oleh Polresta Denpasar dan dihukum selama 3 bulan,” terangnya.

Dari hasil penyidikan, Bambang telah beraksi sejak 2019. Sudah mencetak 100 KTP palsu untuk ABK kapal di Pelabuhan Benoa. Keuntungan yang diperoleh Bambang dari setiap KTP yang diedarkan dengan harga Rp 200 ribu, yakni Rp 170 ribu karena Rp 30 ribu diberikan kepada Supardita.  Sedangkan cetak KK palsu, Bambang dapat keuntungan Rp 160 ribu. Sementara Supardita Rp 40 ribu dan Ijazah palsu yang juga diedarkan bertarif Rp 70 ribu.  “Para pengguna KTP palsu ini akan kami selidiki juga karena tetap ada hukumnya, Pasal 263 KUHP terkait pemalsuan, bisa kena hukuman penjara 6 tahun,” jelasnya.

Sedangkan kedua pelaku terancam Pasal 96 A UU RI Nomor 24 Tahun 2013 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dan atau Pasal 263 KUHP junto Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman pidana paling lama 10 tahun dan denda Rp 1 miliar. (ges)

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news