Minggu, 18 Apr 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Cabuli Bocah, Warga Prancis Dihukum 8 Tahun

08 April 2021, 14: 45: 17 WIB | editor : Nyoman Suarna

Cabuli Bocah, Warga Prancis Dihukum  8 Tahun

PENCABULAN: Terdakwa pencabulan Emannuel Alain Pascal Mailet dihukum pidana penjara selama 8 tahun. (Istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Warga Prancis Emannuel Alain Pascal Mailet,53, yang didakwa melakukan tindak pencabulan terhadap anak di bawah umur divonis 8 tahun penjara. Putusan Ketua Majelis Hakim Heriyanti itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum Bagus Putra Gede Agung, yakni  12 tahun penjara.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar dalam amar putusannya menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur sebagaimana disebutkan pada dakwaan primer dan dijerat Pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76 E UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Menghukum terdakwa pidana penjara selama 8 tahun dan denda sebesar Rp 100 juta subsider tiga bulan penjara,” tegas hakim yang dibacakan secara virtual.

Kuasa hukum terdakwa, Pande Putu Maya Arsanti dikonfirmasi menyatakan putusan dibacakan usai penyampaian pledoi Selasa (6/4). “kami pikir-pikir terhadap putusan tersebut,”ujar Maya Arsanti.

Baca juga: Sidak Rutan Negara, Petugas Gabungan Temukan Puluhan Sajam

Untuk diketahui perbuatan terdakwa dilakukan pada korban bocah laki-laki berusia 10 tahun kisaran tahun 2017.  Peristiwa  itu baru terungkap saat korban  sudah berumur 12 tahun. Dalam laporan orang tua korban, perbuatan terdakwa diketahui sekitar akhir September 2020 saat sang anak bermain di Bali Wake Park di Jalan Pelabuhan Benoa, Denpasar.

Saat itu, ayah korban datang ke lokasi bersama Emannuel yang merupakan rekan bisnisnya. Sang ayah melihat anaknya menuju ke kamar ganti usai bermain.  Tidak lama berselang terlihat Emannuel mengikuti bocah 12 tahun ini masuk ke kamar ganti. Disinilah terbongkar aksi pencabulan itu. Saat di dalam toilet posisi anak sedang berdiri dengan celana sudah melorot sampai lutut. Sementara terdakwa dalam posisi berlutut di depannya.

Ayah korban yang tidak terima langsung melaporkan kasus ini ke Subdit IV Dit Reskrimum Polda Bali. Penyidik lalu melakukan pemeriksaan korban bersama psikiater anak. Hasilnya ditemukan dua alat bukti yang cukup untuk menjerat pelaku, salah satunya adanya rekaman CCTV di lokasi waterpark.

Bahkan dari keterangan korban anak, aksi cabul tersebut pertama kali dilakukan saat dirinya berumur  10 tahun dan dilakukan di tempat tinggal terdakwa. Dalam setiap aksinya, terdakwa selalu mengancam korban untuk tidak melaporkan ke orang orang tuanya.

Sementara dari hasil visum diketahui ada luka di bagian anus korban yang diakibatkan benda tumpul. Kuat dugaan korban telah disodomi oleh terdakwa. Selain itu terdapat perubahan prilaku anak korban antara lain menjadi pendiam dan tidak mau bergaul dengan teman lainnya.  

(bx/har/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news