Minggu, 18 Apr 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Omzet Rp 30 Juta Sebulan, Ayam Geprek Raro Segera Tambah Cabang

08 April 2021, 21: 14: 36 WIB | editor : Nyoman Suarna

Omzet Rp 30 Juta Sebulan, Ayam Geprek Raro Segera Tambah Cabang

SELALU RAMAI : Ayam Geprek Raro yang selalu ramai diserbu pembeli. (Agung Bayu/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Kadek Roy Sumarsana, 25, memilih untuk melawan keterpurukan yang disebabkan pandemi Covid-19. Pasca dirumahkan, dia tidak mau hanya duduk termangu menunggu nasib baik datang. Kadek Roy memilih menjemput nasib baiknya.

Kadek Roy merupakan satu dari banyaknya pelaku pariwisata di Bali yang dirumahkan. Dia bekerja sebagai waiter di salah satu hotel di Bali. Untuk dapat bertahan di masa pandemi Covid-19, dia dan seorang temannya, Ramdhan, memutuskan untuk membuka usaha yang dinamainya Ayam Geprek Raro. “Saya dan teman sempat berpikir ingin buka usaha apa agar ekonomi tetap jalan di masa seperti ini. Akhirnya kami terpikirkan untuk buka warung ayam geprek. Sebelumnya sih, banyak yang dipikirkan, hanya saja pilihannya jatuh pada berjualan ayam geprek,” ungkap dia saat ditemui di salah satu kiosnya di Jalan Nangka Utara, Kamis (8/4).

Laki-laki asal Buleleng itu menyadari, bahwa usaha ayam geprek telah menjamur di setiap sudut kota Denpasar. Maka dari itu, untuk menarik pelanggan, Kadek Roy berani banting harga agar beda dari usaha ayam geprek lainnya. “Jadi lain daripada yang lain, kami banting harga. Jadi kami pasang Rp 10 ribu seporsi. Tidak apa-apa untung sedikit yang penting usaha tetap bisa berjalan,” katanya. “Awalnya geprek Rp 10 ribu jarang, semenjak kami buka mungkin banyak orang-orang yang terinspirasi dari geprek kami. Makanya sampai sekarang sepanjang Jalan Nangka banyak geprek seharga Rp 10 ribu,” sambungnya.

Baca juga: Oknum Pengacara Pemalsu Dokumen Perceraian Ditahan

Selain harga, yang membuatnya berbeda adalah cita rasa sambalnya. Dengan percaya diri, Kadek Roy mengatakan, sambal buatannya lebih cetar. Begitu pula tepung yang keduanya dia racik sendiri. “Tentunya lain dari yang lain. Sambal, tepung, itu semua diracik sendiri. Lebih cetar. Ayamnya juga. Kebetulan kami di sini tidak hanya menjual ayam geprek saja, tapi juga menjual kulit kriuk, ceker pedas manis, dan yang lainnya,” jelas laki-laki yang bermukim di Jalan Antasura, Denpasar tersebut.

Dia menambahkan, untuk saat ini dengan tarif Rp 10 ribu seporsi, dirinya mengaku tidak rugi. Bahkan, usahanya justru kian berkembang hingga membuka cabang di lokasi lain. “Bulan depan usaha ini sudah 1 tahun. Selain di Nangka, ada di Padma, dan sekarang sedang proses buka lagi dua kios di Sidakarya dan Trijata,” akunya.

Sehari stok ayam berbeda di setiap lokasi. Di kios Nangka, dia menyiapkan 350 potong ayam. Sedangkan di kios Padma sebanyak 150 potong ayam. Yang mana, suplai ayamnya dia peroleh dari pedagang di Penatih. “Dan itu semua pasti habis. Rata-rata yang beli itu dibungkus,” ucapnya.

Saat ini, total karyawan yakni enam orang untuk dua cabang. Yang mana, semuanya sebelumnya bekerja sebagai waiter dan sama-sama dirumahkan. Disinggung terkait penghasilannya, Kadek Roy mengaku dalam sebulan mengantongi bersih sebanyak Rp 30 juta. “Bersihnya kami dapat Rp 30 juta. Khusus di Jalan Nangka, semalaman buka dapat Rp 4 juta dalam seharinya. Nah, kami buka setiap hari kecuali hari raya, dari pukul 16.30 Wita sampai ayamnya habis,” bebernya sumringah.

Kendati demikian, bukan berarti usahanya selalu berjalan mulus. Ada saja kendala yang dia alami dalam setahun ini. Kenaikan bahan baku, salah satunya. “Kendalanya ya di harga cabai yang naik turun. Bahan pokok rata-rata juga naik, seperti harga ayam potong naik sekarang. Jadi agar tetap bertahan kami atur-atur saja, tidak masalah untungnya sedikit dulu untuk bulan-bulan ini,” katanya.

Ditanya apakah pandemi menjadikannya buntung atau untung, sambil tertawa Kadek Roy mengaku pandemi Covid-19 membawa berkah baginya. “Mungkin karena Covid-19 ini berkah jadinya untuk kami. Karena berawal dari iseng-iseng, daripada diam di rumah. Lebih baik coba usaha, ternyata ramai banyak yang suka, dan akhirnya berjalan sampai sekarang,” katanya mengakui.(ika)

(bx/aim/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news