Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Hiburan
icon featured
Hiburan
Gubernur Koster Buka Pameran Hulu Pulu 

Inisiatif Kun Diharapkan Menginspirasi Dosen dan Mahasiswa ISI

12 April 2021, 20: 16: 05 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Inisiatif Kun Diharapkan Menginspirasi Dosen dan Mahasiswa ISI

LUKISAN : Gubernur Bali Wayan Koster  buka pameran lukisan di Museum ARMA Ubud, Senin (12/4).  (istimewa)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Gubernur Bali, Wayan Koster membuka secara resmi pameran Lukisan Hulu Pulu yang ditandai dengan menandatangani poster buku Solo Exhibition of Contemporary Painting Hulu Pulu Five Years Exploration of Yeh Pulu Reliefs di Agung Rai Museum of Arts (ARMA), Pangosekan, Ubud, Gianyar, Senin (12/4). 

Pameran Lukisan karya Wayan Kun Adnyana yang berlangsung dari 12 April sampai 11 Mei 2021, mendapatkan apresiasi dari Gubernur Bali Wayan Koster, karena inisiatif yang dilakukan Wayan Kun Adnyana untuk menggelar pameran tunggal berjudul Hulu Pulu sebagai tanda perayaan atas pelantikannya sebagai Rektor ISI Denpasar.

"Saya harap inisiatif ini benar-benar menginspirasi seluruh dosen dan juga mahasiswa ISI Denpasar untuk selalu aktif, kreatif, dan juga inovatif dalam mencipta, sekaligus mempergelarkan karya-karya seninya. Selain itu, saya harap Wayan Kun Adnyana sudah mulai melakukan pameran tidak saja di Bali, namun ke forum nasional hingga internasional," ujar orang nomor satu di Pemprov Bali ini. 

Baca juga: DPRD Buleleng Ucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Gubernur Koster yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini, dihadapan pendiri Museum ARMA, A.A Gede Rai, Budayawan, Wayan Suteja Neka, Panglingsir Puri Agung Ubud, Tjokorda Gde Putra Sukawati, Prof. I Made Bandem, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Bali, I Gede Darmawa, dan Jurnalis Seni Budaya, Nawa Tunggal, menceritakan bahwa di masa kecil dari Sekolah Dasar, SMP, SMA hingga aktif menjadi Ketua Unit Kesenian Mahasiswa ITB Mahagotra Ganesha, telah menjadi catatan hidupnya. Bahwa ia pernah mengabdikan diri di bidang seni, yakni sebagai penabuh gambelan. 

Hal itu pun berlanjut di lingkungan keluarga, ketika Wayan Koster menikah dengan Ny. Putri Suastini Koster yang sejak muda hingga sampai saat ini masih aktif menggeluti dunia seni tari hingga puisi. Sehingga ketika dirinya terpilih menjadi Gubernur Bali berpasangan dengan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, di dalam programnya memiliki satu bidang prioritas yang sangat penting strategis. 

Yakni membangun adat, agama, tradisi, seni, budaya beserta kearifan lokal Bali sesuai dengan visi Pembangunan Daerah Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

"Semua unsur yang berkaitan dengan budaya Bali tengah kami bangun, baik regulasinya seperti Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayan Bali hingga berupa program melalui Dinas Kebudayaan Bali, yaitu Pesta Kesenian Bali, Bulan Bahasa Bali, Festival Seni Bali Jani, hingga memfasilitasi Hak Cipta dan Paten Karya Seni. Hal ini saya lakukan sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno, yaitu Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan," tegas Koster. 

Untuk itu, Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini berkeinginan Bali tampil secara utuh dengan kekuatannya di bidang budaya yang telah menjadi keunggulan selama ini di Pulau Bali. 

"Budaya Bali ini sangat kaya, lengkap dengan keunikan dan seni yang saat ini masih memiliki basis yang sangat kuat, hingga membedakan Bali dengan daerah lain di Indonesia. Bahkan, Bali memiliki lembaga 1.493 Desa Adat yang didalamnya dianugerahi budaya dengan keunikannya yang sangat kaya di Indonesia, bahkan dunia," jelasnya.

Selain melestarikan adat, agama, tradisi, seni, budaya beserta kearifan lokal Bali, mantan anggota DPR-RI 3 periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini, mengungkapkan akan memanfaatkan momentum pandemi Covid-19 ini untuk menata kembali pembangunan Bali secara fundamental. 

Dengan menyeimbangkan struktur perekonomian Bali antara pariwisata, pertanian dengan kelautannya, beserta industri kreatif branding Bali dari hulu sampai hilir. 

(bx/ade/rin/JPR)

 TOP