Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Minta Dimaafkan, Ini Isi Surat Mualaf Desak Made Darmawati

18 April 2021, 10: 31: 58 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Minta Dimaafkan, Ini Isi Surat Mualaf Desak Made Darmawati

SURAT MAAF : Mualaf Desak Made Darmawati dan surat permohonan maaf kepada umat Hindu. (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS-Mualaf Desak Made Darmawati yang juga dosen Universitas Muhammadiyah HAMKA (UHAMKA) Jakarta, akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada umat Hindu, terkait video ceramahnya yang viral di media sosial yang menghina umat Hindu.

Ceramah yang membeber sejumlah alasan, kenapa akhirnya ia memilih pindah keyakinan dari penganut agama Hindu lantas memilih agama Islam. Mualaf Desak Made Darmawati mengaku bingung karena Hindu menyembah banyak Tuhan, bahkan menyembah banyak setan. 

Ocehan wanita yang kini berjilbab itu, tentu saja memantik reaksi keras dari umat Hindu. Yayasan Keris Bali bahkan sudah melaporkannya ke Polda Bali, meski laporan soal penghinaan terhadap umat Hindu dari mualaf Desak ditolak karena dinilai belum lengkap dan belum penuhi syarat.

Baca juga: Videonya Viral, Desak Made Minta Maaf, Proses Hukum Tetap Berjalan

Ketua Forum kerukunan Umat Beragama ( FKUB) Provinsi Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet yang juga menjabat Bendesa Agung Majelis Adat Bali dan Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia, sangat menyesalkan ceramah dari mualaf Desak yang sangat mencederai umat Hindu, karena apa yang disampaikan soal Hindu adalah keliru.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia ( PHDI) Provinsi Bali, Prof. Dr. IGN Sudiana, M.Si, juga menegaskan, pihaknya akan ke Mapolda Bali, untuk menyampaikan masukan maupun laporan agar aparat penegak hukum, khususnya Polri, memberikan atensi dan melakukan pengusutan terhadap permasalahan ini. Sekaligus untuk meyakinkan umat Hindu dan masyarakat, bahwa adanya dugaan penistaan agama harus diproses tanpa adanya diskriminasi. 

Menindaklanjuti reaksi umat Hindu yang merasa dilecehkan mualaf Desak Made Darmawati, Ditjen Bimas Hindu bersama Parisada Hindu Dharma (PHDI) Pusat, menggelar pertemuan dengan mualaf Desak Made Darmawati di Gedung Lapangan Tembak Kesatrian Kopassus Cijantung, Jakarta Selatan, Sabtu malam ( 17/4). 

Dalam kesempatan tersebut, mualaf yang tinggal di Bekasi Jawa Barat, namun berasal dari Giri Kesuma, Melinggih, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali tersebut, meminta maaf.

Dalam video yang beredar, pembacaan permintaan maaf wanita yang menuding umat Hindu menyembah banyak Tuhan dan banyak setan, juga mengaku panas dingin ketika melihat orang Ngaben, disaksikan Ketua Umum PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya, Dirjen Bimas Hindu Tri Handoko Seto, dan jajaran pengurus PHDI lainnya.

Berikut surat pernyataan permohonan maaf yang ditandatangani Desak Made Darmawati, Jakarta, 17 April 2021, disertai materai Rp10 ribu.

Yang terhormat, 1. Para Sulinggih Pendeta, Pandita dan Pinandita. 2. Parisadha Hindu Dharma Indonesa. 3.Organisasi Kemasyarakatan Hindu Tingkat Nasional. 4. Majelis Desa Adat Provinsi Bali.5. Organisasi Kemasyarakatan Bernapaskan Adat dan Agama di Bali. 6. Ketua DPD Prajaniti Hindu Indonesia provinsi Bali.7. Segenap Masyarakat atau Ummat Hindu.

Selam sejahtera, teriring doa semoga Bapak/Ibu senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, sehingga dapat menjalankan tugas sehari-hari, Aamiin.

Sehubungan dengan viralnya pernyataan (ceramah) saya di medla sosial mengenai Kenapa saya masuk Islam?, yang telah menyinggung masyarakat atau ummat Hindu dan pemuka Agama Hindu di Indonesia, maka dengan penuh kesadaran dan kerendahan hati, saya menyampaikan hal-hal sebagai berikut :

1. Saya tidak bemaksud dan tidak memiliki niat untuk menista dan mengolok-olok agama Hindu dan masyarakat atau ummat Hindu. Hal itu terjadi semata-mata disebabkan karena kelemahan dan kelalaian yang saya miliki.

2. Setelah memperhatikan masukan, saran dan kritik dari berbagai pihak, maka dari kesadaran dan kerendahan hati, saya mengakui dan menyadari bahwa pernyataan saya telah menyinggung masyarakat dan ummat Hindu dan pemuka agama Hindu, serta kehidupan bersama antar ummat beragama yang harmoni di dalam masyarakat kita.

3. Oleh karena itu dengan kerendahan hati saya menyampaikan permohonan maaf kepada segenap masyarakat atau ummat Hindu dan pemuka agama Hindu serta segenap masyarakat Indonesia atas pernyataan saya yang keliru.

4. Saya akan bertanggung jawab terhadap semua akibat yang ditimbulkan oleh kelalaian dan kesalahannya saya ini. Namun demikian, saya sangat berharap masyarakat atau ummat Hindu beserta masyarakat Indonesia dapat menerima pernyataan permohonan maaf ini dan dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Demikian permohanan maaf ini disampaikan dengan penuh kesadaran tanpa ada paksaan dari siapapun dan kejadian ini telah menyadarkan saya untuk tidak mengulangi kembali.

(bx/rin/rin/JPR)

 TOP