Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Untuk Kedua Kalinya Modem Wifi di Banjar Kalah Raib

18 April 2021, 16: 34: 55 WIB | editor : Nyoman Suarna

Untuk Kedua Kalinya Modem Wifi di Banjar Kalah Raib

RAIB : Letak modem wifi di Balai Banjar Kalah, Desa Peliatan, yang raib. (istimewa)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Modem wifi yang terpasang di Balai Banjar Kalah, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar, raib tanpa jejak, dan diketahui Jumat (16/4). Hal itu pun membuat warga geram, pasalnya peristiwa tersebut bukan yang pertama kalinya terjadi.

Kelian Dinas Banjar Kalah, I Made Mardika menjelaskan bahwa sejak lima bulan yang lalu, Banjar Kalah mendapatkan support internet gratis dari salah penyedia internet yang kebetulan kantornya berlokasi di lingkungan Banjar Kalah. Maka dari itu sebuah modem wifi dengan jaringan berkecepatan 100mbps dipasang di Balai Banjar Kalah untuk mendukung pembelajaran Daring para siswa di Banjar Kalah. "Dan ini sangat membantu para siswa yang ada di Banjar Kalah," ujarnya saat dikonfirmasi Minggu (18/4).

Namun setelah berjalan sekitar 3 bulan, modem wifi itu pun hilang. Diduga dicuri pada malam hari, apalagi kata dia modem tersebut diletakkan diatas rak TV sehingga mudah dijangkau. "Waktu itu kami lapor ke pihak penyedia internet itu dan akhirnya diganti yang baru meskipun menunggu kira-kira satu bulan," imbuhnya 

Baca juga: Anjing Dicurigai Rabies Gigit Empat Warga Tihingan

Naasnya, setelah modem wifi yang baru terpasang sekitar satu setengah bulan, justru modem tersebut kembali digondol orang yang tak bertanggungjawab. "Dan ini diketahui dua hari lalu (Jumat). 

Menurut saksi mata yang rumahnya disebelah timur Balai Banjar, katanya sempat melihat 2 orang mengambil modem tapi keburu kabur. Lalu saksi mata kedua melihat pelaku mengendarai sepeda motor tanpa plat nomor. Tapi saksi mata tidak curiga karena dikira tukang service yang melakukan perbaikan," beber Mardika.

Padahal menurutnya, modem ini  dipasang di tiang penyangga Balai Banjar yang posisinya agak tinggi. Namun tetap ada akses rak TV untuk menjangkau. "Setelah terima laporan kita juga sempat nanya ke pihak penyedia internet apakah ada program perbaikan, tapi mereka bilang tidak ada. Kalau pun ada program pasti mereka meminta ijin ke Banjar, jadi bisa dipastikan itu pencurian," sambungnya.

Hanya saja saat ini pihaknya belum memiliki niat untuk melaporkan peristiwa itu kepada pihak kepolisian. Namun pihaknya berharap agar pelaku menyesali perbuatannya dan tidak lagi mengulanginya. Apalagi nilai benda yang dicuri tidak seberapa. "Kami tidak ada niat melapor polisi, karena kami hampir tidak mengalami kerugian, modem itu gratis mungkin pihak penyedia internet yang mengalami kerugian tapi mereka tidak mempermasalahkan kejadian ini. Disamping  jika pelakunya tertangkap, ya kalau orang luar, tapi kalau warga sendiri, kan kasian juga," tandas Mardika.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP