Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features
Kisah Pilu Nelayan di Kubutambahan

Istri dan Janin Meninggal Akibat Laka Lantas, Anak Pertama Trauma

18 April 2021, 18: 11: 03 WIB | editor : Nyoman Suarna

Istri dan Janin Meninggal Akibat Laka Lantas, Anak Pertama Trauma

BERDUKA : Gede Budiarta saat menunjukkan foto mendiang istri dan janin yang telah meninggal di Banjar Dinas Kubuanyar, Desa/Kecamatan Kubutambahan pada Minggu (18/4) siang. (I Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Jalan hidup tak ada yang bisa menebak. Seperti yang dialami keluarga kecilnya Gede Budiarta, 28. Pria asal Banjar Dinas Kubuanyar harus rela kehilangan sang istri Ni Kadek Purnami, 21 yang tengah mengandung anak keduanya akibat mengalami kecelakaan lalu lintas pada Senin (12/4) lalu di ruas jalan Singaraja-Amlapura, tepatnya Banjar Dinas Dalem, Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan. Akibatnya sang istri dan janin yang sudah berusia delapan bulan tak terselamatkan.

Suasana duka masih menyelimuti keluarga Gede Budiarta di Banjar Dinas Kubuanyar, Desa/Kecamatan Kubutambahan, Minggu (18/4) siang. Tenda masih dipasang di areal rumahnya. Sejumlah kerabatnya juga masih terlihat ramai mengunjunginya sebagai tanda ikut berbela sungkawa.

Kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Budiarta didampingi anak pertamanya Gede Yoga Wirapratama yang kini masih berusia 4 tahun mengatakan, jasad sang istri dan janin yang dikandungnya telah dikubur pada Sabtu (17/4) lalu.

Baca juga: Hiburan Ditengah Pandemi, Barong Ngelawang Disambut Antusias Warga

Ia menceritakan, kisah pilu itu bermula saat sang istri bersama anaknya dan ibu mertuanya Luh Sariningsih, 46 hendak ke Singaraja pada Senin (12/4) lalu dengan mengendarai sepeda motor Beat DK 2618 UAW sekitar pukul 15.00 Wita siang. Hanya saja, Budiarta tak tahu pasti, tujuan istri dan ibu mertuanya ke Singaraja.

“Saya pas melaut sejak Senin jam 5 pagi. Setelah saya pulang melaut, istri sudah tidak ada di rumah. Katanya sedang pergi ke Singaraja sama ibunya (Ibu mertuanya, Red) naik motor,” akunya kepada Bali Express (Jawa Pos Group) dengan mata berkaca-kaca.

Malangnya, sesampai di TKP, sepeda motor yang dikendarai mertuanya dari arah timur menuju ke barat itu menabrak kendaraan Mitsubishi L300 DK 9090 UC yang berada di depannya. Tak cukup disana, motor tersebut rupanya terus melaju hingga menabarak Mitsubishi Strada B 9297 UBA yang datang dari arah barat menuju ke timur.

Sang istri, anak dan mertuanya pun akhirnya dilarikan ke RS Kertha Usadha untuk menjalani perawatan medis. Dari hasil pemeriksaan medis, sang istri yang sedang hamil mengalami pendarahan hebat hingga dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan anaknya mengalami luka lecet pada dahi kanan, lengan kanan.

Sementara mertuanya mengalami luka benjol pada bagian kepala belakang kanan, lecet pada bagian pelipis kanan dan sampai saat ini masih menjalani perawatan di RS Kertha Usadha.

“Saat saya menjenguk istri di UGD  dia sudah bingung. Kondisinya seperti orang gelisah. Infusnya yang dipasang perawat mau dicabut. Selain pendarahan, sempat muntah-muntah juga. Sampai akhirnya jam 5 sore hari itu juga istri saya sudah meninggal.” imbuhnya.

Kesedihannya kian bertambah. Janin yang dikandung sang istri juga dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis. Bahkan, untuk mengeluarkan Janin yang sebulan lagi mau dilahirkan ini terpaksa dilakukan tindakan vakum oleh tim medis.

“Setelah di USG, baru tahu kalau janinnya sudah meninggal. Akhirnya bayinya bisa dikeluarkan dengan cara divakum atau disedot oleh tim medis,” aku pria yang kesehariannya bekerja sebagai nelayan ini.

Sebelum peristiwa pilu itu terjadi, Budiarta mengaku sama sekali tidak memiliki firasat apapun. Istri yang dinikahinya sejak 2017 itu meninggal dunia tanpa sedikitpun meninggalkan pesan kepada dirinya.

Budiarta tak menampik, jika anak pertamanya yang kini sedang menjalani masa pemulihan itu beberapa hari belakangan juga kerap menanyakan ibundanya yang telah tiada. “Anak sempat menangis. Minta Ibu. Ya mau gimana lagi. Yang penting anak saya sudah sembuh dulu, traumanya hilang,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Desa Kubutambahan Gede Pariadnyana tak menampik jika Gede Budiarta berasal dari keluarga kurang mampu. Saat ini yang bersangkutan sudah dicover JKN KIS untuk perawatan medis keluarganya.

“Kami sudah kordinasikan dengan perangkat desa untuk memberikan sekedar bantuan sebagai bentuk bela sungkawa. Memang yang bersangkutan berasal dari keluarga miskin. Sehari-hari suaminya korban bekerja sebagai nelayan,” singkatnya.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP