Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Desak Made Mohon Maaf, Persadha Nusantara Tetap Tempuh Upaya Hukum

18 April 2021, 18: 32: 14 WIB | editor : Nyoman Suarna

Desak Made Mohon Maaf, Persadha Nusantara Tetap Tempuh Upaya Hukum

Ketua DPD Persadha Nusantara Bali I Ketut Sae Tanju (Istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS- Permohonan maaf Desak Made Darmawati atas isi dakwahnya yang viral tak menyurutkan langkah Persadha Nusantara untuk mengambil jalur hukum. Persadha Nusantara akan melaporkan Desak atas dugaan penodaan agama Hindu.  “DPP dan DPD Bali Persadha Nusantara akan melaporkan Desak Made Darmawati atas dugaan penodaan agama sesuai pasal 156 huruf a KUHP,” kata Ketua DPD Persadha Nusantara Bali I Ketut Sae Tanju, Minggu (18/4). 

Sae Tanju mengatakan, permintaan maaf tersebut tidak akan menghapus tindakan dan ucapan yang diduga berisi penistaan terhadap agama Hindu yang telah dilakukan oleh Desak Made Darmawati. “Cara yang elegan dan damai untuk menuntaskan penodaan agama ini adalah dengan menempuh proses hukum,” lanjutnya. 

Baca juga: BRI Gelar Vaksinasi untuk 700 Pegawai Perbankan

Mantan Ketua PD KMHDI Bali ini pun menambahkan bahwa Darmawati dalam permintaan maafnya, poin 4 telah mengakui kelalaian dan kesalahannya serta siap bertanggung jawab. Ini menurutnya membuktikan yang bersangkutan telah mengakui melakukan penistaan dan penodaan agama dengan menyebutkan Tuhan agama Hindu lebih dari satu serta menyebutkan di Bali banyak setan. Ia meminta agar Polda Bali tidak menolak laporan yang akan diajukan bersama ormas Hindu lainnya pada Senin 19 April 2021. “Setahu kami polisi di Indonesia itu satu. Jadi di mana saja bisa melapor. Kami yakin Polda Bali akan melayani umat bukan cari selamat jika menolak laporan kami nanti. Berbeda dengan pengadilan yang sudah diatur yurisdiksi wilayahnya,” kata Sae Tanju yang juga Ketua Forum Alumni (FA) KMHDI Bali ini. 

Ia pun membandingkan dengan laporan kasus Munarman yang diterima  dan diproses oleh Polda Bali. “Jadi kasus penodaan agama oleh Desak Made Darmawati semestinya diterima juga sebagai bentuk pelayanan terhadap umat. Betapa susahnya mencari keadilan jika polisi beralasan Bali bukan tempatnya kejadian penodaan tersebut,” tandas Sae Tanju.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP