Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Hiburan
icon featured
Hiburan

Film Dokumenter Pulau Plastik Siap Tayang di Bioskop Nasional

19 April 2021, 12: 51: 31 WIB | editor : I Putu Suyatra

Film Dokumenter Pulau Plastik Siap Tayang di Bioskop Nasional

PULAU PLASTIK : Konferensi pers film Pulau Plastik di Kebon Vintage, Denpasar pada Minggu (18/4). (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Pada tanggal 22 hingga 25 April 2021 mendatang, bioskop-bioskop di kota-kota besar Indonesia siap menayangkan film dokumenter berjudul Pulau Plastik. Sesuai namanya, film ini lebih banyak mengangkat isu soal sampah-sampah plastik beserta penanganannya. 

Film ini sendiri merupakan garapan Visinema yang bekerjasama dengan Akar Rumput dan Kopernik. Penggarapannya dimulai dari Bali, dimana film ini awalnya dimulai dengan empat series yang kemudian digarap ulang menjadi sebuah film dokumenter dengan durasi yang lebih panjang dan kompleks. 

Lantas, kenapa di Bali dipilih sebagai awal perjalanan? Chyntia Kartika Sari selaku Marketing dan Promotions, Conten dan Entertainment Business Visinema Pictures mengatakan, film Pulau Plastik bukan sekadar sebuah film dokumenter biasa. Film ini merupakan aksi untuk menjadi bagian dari solusi penanganan masalah sampah plastik.

Baca juga: Koster Siapkan 25 Are Lahan Pemprov untuk Pusat Pengembangan Tinju

"Kami tayang mulai dari Bali, karena titik perjalanan film ini mulai dari Bali juga. Bisa dibilang, film Pulau Plastik ini merupakan kampanye bergerak untuk masa depan," ujar Chyntia Kartika Sari saat press conference film Pulau Plastik di Kebon Vintage, Denpasar, Minggu (18/4).

Setelah tayang di Bali, film ini akan ditayangkan di beberapa kota besar di Indonesia seperti Yogjakarta, Makasar, Palembang, Jabodetabek serta Bandung.

Sementara itu, Produser Film, Lakota Moira menyebutkan Bali kerap kali menjadi sorotan tentang polusi plastik utamanya di pantai di mata nasional maupun internasional. Padahal ada banyak komunitas yang bergerak di Bali untuk mengkampanyekan anti plastik sekali pakai ini.

"Hanya masalah sampah plastik yang terekspose dari Bali. Lewat film ini akan menjawab pertanyaan, adakah solusi lokal wisatawan domestik dalam mengatasi polusi sampah plastik di Bali," tegasnya.

Terkait pemeran film nanti, sutradara Dandhy Dwi Laksono mengatakan tokoh protagonis dalam film ini telah menyatu dengan isu sampah plastik. Adapun tokoh-tokoh tersebut diantaranya Gede Robi, Tiza Mafira dan Prigi Arisandi. Ketiganya merupakan sosok tepat karena terjun langsung dalam isu ini. Dan juga, mereka dianggap mewakili banyak aspek mulai dari aktifitas jalanan, pekerja seni hingga sains.

Ia pun mengatakan film dokumenter seperti ini memang harus bisa masuk ke ruang komersil seperti bioskop. Hal ini dikarenakan selama ini, hanya belasan film dokumenter yang masuk ke bioskop. "Penonton bioskop memang harus diajak untuk menyimak film ini sebagai sebuah gerakan bersama dalam penanganan sampah plastik," ujarnya.

Sementara itu, Gede Robi Supriyanto atau Robi Navicula mengaku mendapat pelajaran berharga dari pembuatan film ini. Sebelum terjun langsung dalam penggarapan film ini, Robi melihat isu sampah plastik adalah masalah yang simpel.

Namun, semakin didalami dan bergaul dengan komunitas peduli akan sampah plastik, Robi melihat bahwa masalah sampah plastik adalah masalah yang sangat kompleks.

"Isu sampah plastik ini sebenarnya telah lama disuarakan, akan tetapi di Bali secara khusus, regulasinya baru ada di tahun 2018 lewat Perwali dan di tahun 2019 lewat Pergub. Sementara itu, selama ini di sekolah-sekolah nyaris tak ada pembelajaran tentang pemilahan sampah," ungkap Robi yang juga vocalis band Navicula ini. 

Menurutnya, dulu plastik itu dianggap suatu hal yang ekonomis. Tapi lewat perhitungan yang bermacam-macam, biayanya jauh lebih besar dan tidak ekonomis sama sekali. Bahkan ia tahu plastik yang didaur ulang itu hanya 9 sampai 12 persen saja yang dimanfaatkan kembali. 

Ia pun berharap, lewat film ini sebenarnya ada banyak hal yang bisa dipetik. Dan semoga ke depan ada jembatan antara peneliti, korporasi dan juga pemerintah dalam penanganan masalah sampah plastik.

(bx/dip/yes/JPR)

 TOP