Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features

Ini Suka Duka I Made Hendra Wirawan, Jadi Perawat Khusus Kepala Negara

19 April 2021, 18: 51: 59 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ini Suka Duka I Made Hendra Wirawan, Jadi Perawat Khusus Kepala Negara

PERAWAT KHUSUS: Ns. I Made Hendra Wirawan S.Kep, koordinator Tim perawat Ambulance RSUP Sanglah. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Ketika Presiden atau Wakil Presiden berkunjung ke suatu daerah, selain dari sisi keamanan yang harus dipastikkan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), ada satu hal lain yang tidk boleh dilupakkan jika Kepala Negara melakukan kunjungan, yakni kesiagaan tim medis jika presiden atau wakil Presiden mengalami kondisi darurat.

Untuk di Bali pelayanan medis bagi tamu kenegaraan yang berkunjung ke Bali dipercayakan kepada Tim Ambulan VVIP Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah (RSUP) Sanglah. Ambulan VVIP ini adalah Ambulance Advance yang khusus melayani Presiden dan Wakil Presiden serta kepala negara yang berkunjung ke Bali. Seperti apa suka duka menjadi bagin dari Tim Ambulance VVIP ini? 

Ns I Made Hendra Wirawan S.Kep, koordinator Tim perawat Ambulance RSUP Sanglah, ketika ditemui Senin (19/4) mengakui sudah hampir 10 tahun bertugas di layanan Ambulance VVIP RSUP Sanglah. "Saya bertugas di Tim perawat Ambulance sejak tahun 2010 lalu, memang dari awal karir sebagai perawat ditempatkan di tim ini," jelasnya.

Baca juga: 900 Warga Desa Kalibukbuk Divaksin

Selama 10 tahun lebih, Ns. Hendra mengaku sudah bersiaga sebagai tim Ambulan VVIP sejak era Presiden Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Presiden Ir. H. Joko Widodo. Termasuk juga ketika diselenggarakannya KTT APEC tahun 2013 di Nusa Dua. 

Dari ketiga kepala negara tersebut, Ns. Hendra mengatakan belum ada satu pun kepala Negara yang mengalami kondisi darurat. "Selama saya bertugas, baik ketika kunjungan kenegaraan para Presiden dan Wakil Presiden termasuk ketika penyelenggaraan KTT APEC tahun 2013 lalu, belum ada kepala negara yang mengalami kondisi darurat, mereka datang dalam kondisi sehat, kembalipun dalam kondisi sehat," paparnya.

Bertugas sebagai perawat VVIP diakui Ns.Hendra sedikit berbeda dengan tugas sebagai perawat biasa, karena dua hari sebelum hari H kunjungan kepala Negara, Tim Ambulance VVIP sudah harus melakukan geladi bersama dengan Kodam dan Paspampres. Selanjutnya pada H-1 tim ambulance harus melakukan survey lokasi kemana saja presiden akan berkunjung. 

Selanjutnya pada hari H, tim ambulance sudah harus siaga di lokasi tiga jam sebelum tamu negara tiba. Untuk layanan medis ini, Ns. Hendra mengatakan ada dua jenis layanan yang disiapkan, yakni layanan mini ICU yang disiagakan di Bandara Inteenasional Ngurah Rai dengan lima orang tenaga medis yang terdiri dari dokter spesialis jantung, spesialis anastesi, dua orang perawat, dan sopir ambulance.

Selanjutnya yang kedua adalah layanan Ambulance VVIP ini yang juga terdiri dari dokter spesialis jantung, spesialis anastesi, dua orang perawat, dan sopir ambulance. "Untuk layanan ambulance ini sifatnyaobil atau menempel pada presiden, jadi kemanapun presiden pergi, ambulan ini harus tetap ikut," paparnya. 

Untuk armada, Ambulance Advance ini menggunakan mobiil jenis Minibus produksi Mercedez Benz yang diremajakan lima tahun sekali dan dilengkapi dengan peralatan ICU mobil. "Untuk peralatan di mobil, sudah disesuaikan dengan kebutuhan, yakni mini ICU, sehingga mobilnya sudah modifikasi sesuai dengan kebutuhan, kenapa.menggunakan Mercy, karena standarnya memang harus memakai mobil ini," urainya.

Perawatan ambulance ini diakui Ns. hendra juga cukup spesial, karena sifatnya Ambulan VVIP, maka ambulance ini hanya boleh digunakan jika ada kunjungan kepala negara atau wakil kepala negara ke Bali. Sehingga sehari-harinya mobil ini terparkir dengan cantik di pos ambulance RSUP Sanglah.

Meskipun tetap parkir cantik di pos Ambulance RSUP Sanglah, dalm satu hari mobil ambulance ini harus dijalankan untuk pemeliharaan mesin kendaraan dan peralatan mini ICU yang ada di dalamnya. "Untuk pemeliharaan, biasanya mobil saya minta dibawa keliling Denpasar supaya mesinnya tetap stabil meskipun tidak sedang bertugas," imbuhnya.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP