Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Rawan Pencurian, Diskominfo Minta Warga Ikut Jaga Wifi di Balai Banjar

20 April 2021, 13: 53: 52 WIB | editor : Nyoman Suarna

Diskominfo Imbau Masyarakat Turut Awasi Perangkat Wifi di Balai Banjar

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Gianyar, Anak Agung Suryadiputra. (istimewa)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Keberadaan wifi di sejumlah Balai Banjar yang merupakan program Bali Smart Island (BSI) memang disambut antusias oleh masyarakat. Hanya saja tak sedikit oknum tidak bertanggungjawab yang justru mencuri perangkat wifi bantuan pemerintah tersebut.

Hal itu pun tidak ditamfik oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Gianyar, Anak Agung Suryadiputra. Menurutnya sejak dipasang beberapa waktu lalu, pihaknya telah menerima lebih dari satu laporan kehilangan perangkat Wifi Bali Smart Island (BSI). "Perangkat Wifi itu ada sekitar 300-an, dan kami tidak bisa mengawasi seluruhnya," ujarnya saat ditemui Selasa (20/4).

Atas kondisi tersebut pihaknya pun mengimbau masyarakat ikut menjaga dan memelihara perangkat Wifi tersebut. Termasuk ikut bertanggungjawab dalam melakukan pengawasan. "Perangkat Wifi ini dipasang di Balai Banjar atau Wantilan, maka setidaknya masyarakat ikut mengawasi keberadaannya," sambungnya.

Baca juga: Diambang Kepunahan, Gerabah Binoh Hanya Dikerjakan Wanita Uzur

Disamping itu, prajuru dan masyarakat setempat diminta tidak cuek terhadap orang asing yang datang ke Balai Banjar atau Wantilan. Seperti misalnya ditanyai identitasnya, serta apa kepentingannya. Sebab kasus kehilangan perangkat Wifi yang terjadi belakangan ini diduga dilakukan oleh orang yang mengaku sebagai petugas Wifi. "Kalau orang itu mengaku petugas Wifi tanyakan ID Card, apakah dari pihak Smart Connect atau bukan. Lalu keperluannya apa, intinya lebih peduli jangan cuek," papar Suryadiputra.

Ditambahkannya jika pencurian tidak hanya bisa terjadi pada malam hari, namun juga di siang hari. Sebab pada malam hari masyarakat akan curiga apabila ada orang asing yang masuk ke Balai Banjar atau Wantilan. Sedangkan pada siang hari, biasanya masyarakat fokus pada kegiatan masing-masing sehingga si pencuri luput dari pantauan. "Terkadang kalau siang hari masyarakat mengira orang yang mengambil perangkat wifi itu petugas yang melakukan perbaikan," sebutnya lagi.

Dengan demikian pihaknya pun berharap kasus pencurian perangkat WiFi yang terpasang di Balai Banjar atau Wantilan bisa diminimalisir. "Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini, perangkat Wifi seharga kurang lebih Rp 200.000 itu sangat lumayan. Dan laporan kehilangan yang masuk selama ini ada lebih dari satu," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan jika sebuah perangkat Wifi di Banjar Kalah, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, yang dipasang di Balai Banjar Kalah raib pada hari Jumat (16/4). Meskipun bukan perangkat Wifi dari program BSI namun peristiwa itu membuat Desa Adat yang Balai Banjarnya telah dipasangi Wifi menjadi was-was.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP