Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Komplotan ABK Gelapkan Solar dari Ruang Mesin Kapal Diringkus

Penadah Juga Diamankan

20 April 2021, 15: 42: 28 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Komplotan ABK Gelapkan Solar dari Ruang Mesin Kapal Diringkus

KOMPLOTAN: Empat ABK KMP Sereia Do Mar dan penadah,  diamankan karena menggelapkan solar. (I Gede Paramasutha)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Empat orang anak buah kapal (ABK) dari kapal motor penumpang (KMP) Sereia Do Mar diringkus Polairud Polda Bali. Lantaran keempatnya bersekongkol untuk menggelapkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar milik kapal tersebut. Penadahnya juga diamankan sehari setelah ABK diciduk.

Diketahui identitas ABK yang diamankan adalah Angga Prasetya alias Bass, 27, sebagai kepala kamar mesin (KKM). Kemudian Riky Turcahyono, 33, sebagai Masinis 1. Lalu Muhamad Ridwan, 30, dan Siswanto, 37, sebagai Oilman. Sedangkan penadahnya adalah Hendra Hariyadi, 35 dan Imam Masdoeki, 50. 

Penangkapan tersebut diungkap melalui konferensi pers yang berlangsung di Kantor Poldairud Polda Bali, Pelabuhan Benoa, Selasa (20/4). 

Baca juga: Rawan Pencurian, Diskominfo Minta Warga Ikut Jaga Wifi di Balai Banjar

Menurut Direktur Polariud Polda Bali, Kombespol Toni Ariadi Effendi, penggelapan terjadi setiap kali KMP Sereia Do Mar berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuawangi menuju ke Pelabuhan Gilimanuk di perairan Selat Bali. "Mereka melakukan penggelapan dalam jabatan dengan mengambil BBM jenis solar milik KMP Sereia Do Mar dari kamar mesin," terangnya.

Solar yang diambil kemudian dimasukkan ke dalam drum dan selanjutnya ditempatkan di atas palka tempat parkir mobil. Pada (5/4) sekira pukul 02.20 Wita, tanpa disadari oleh nakhoda dan pemilik kapal, BBM itu dijual kepada penadah yang juga menaiki kapal saat itu. Kejadian itu pada akhirnya ketahuan oleh pihak pemilik kapal, PT Surya Timur Line.

Karena merasa keberatan dan dirugikan atas penggelapan oleh para ABK ini, Kepala Cabang PT Surya Timur Line, Nur Tyahyo Widodo mewakili pemilik, melaporkan masalah yang dialami ke polisi di hari yang sama. "Mendapat laporan seperti itu dari korban, kami melakukan penyelidikan dan dengan segera berhasil mengamankan para pelaku," tandasnya.

Dari hasil interogasi terhadap para pelaku, mereka mengaku menggelapkan solar sebanyak 800 liter yang dibagi menjadi empat drum. Kemudian mereka menjual solar yang digelapkan seharga Rp 3,25 ribu per liter, padahal harga normalnya mencapai Rp 5,15 ribu per liter. 

Dari jumlah solar yang diambil pihak kapal mengalami kerugian mencapai Rp 4,12 juta. Ternyata para pelaku telah beraksi sejak satu tahun lalu. "Alasannya karena pandemi Korona, mereka jadinya mencari sampingan, kerugian Rp 4,12 juta hanya dari penjualan yang ini saja, karena sudah beraksi selama satu tahun kerugian bisa saja lebih dari itu," tuturnya.

Kasus ini kemudian dikembangkan oleh petugas dengan melakukan penyelidikan terhadap sebuah mobil L 300 dengan nomor polisi DR 8621 BZ di Desa Perancak, Jembranan. 

Mobil itulah yang digunakan penadah untuk mengangkut solar yang dibeli dari atas KMP Seria Do Mar. Disana didapati Hendra selaku sopir dan Imam selaku kernet. "Mereka langsung kami amankan beserta empat drum berisi solar yang diangkut dan lima drum kosong," tukasnya.

Akibat dari perbuatannya, hotel prodeo telah menanti kedatangan mereka. Keempat ABK yang menggelapkan solar akan dikenakan Pasal 374 junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Sedangkan para penadah akan dikenakan Pasal 480 ke 1 dan ke 1 junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (ges)

(bx/aim/rin/JPR)

 TOP