Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Gedung Sekolah SDN 2 Dangin Puri Miring, Aktivitas Ditiadakan

20 April 2021, 17: 06: 06 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Gedung Sekolah SDN 2 Dangin Puri Miring, Aktivitas Ditiadakan

MIRING : Kepala Sekolah SDN 2 Dangin Puri, I Made Nata menunjukkan kondisi gedung sekolah yang rusak. Gedung ini juga terancam roboh karena tanahnya miring berdasarkan kajian dari Dinas PUPR Kota Denpasar, belum lama ini. (Krisna Pradipta/Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Ironis, di tengah pusat kota, masih saja terdapat infrastuktur yang masih belum tersentuh pembangunan ataupun peremajaan sepenuhnya. Seperti gedung sekolah di SDN 2 Dangin Puri Denpasar yang salah satu gedung sekolahnya berlantai dua mengalami kerusakan. Bahkan, tanahnya ditenggarai telah miring berdasarkan kajian dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar. 

Gedung sekolah yang berlokasi di Jalan Veteran dan letaknya sangat dekat dengan Puri Satria dan juga Kantor Walikota Denpasar ini, gedung di sebelah selatan mengalami kerusakan. Bahkan, segala aktivitas di gedung tersebut tidak diperkenankan untuk dilakukan, karena dikhawatirkan saat kegiatan berlangsung, terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Kepala Sekolah SDN 2 Dangin Puri, I Made Nata saat ditemui di sekolah setempat, Selasa (20/4) mengatakan, kejadian ini berawal ketika ada gempa cukup besar yang melanda Bali tahun lalu. Setelah dicek, salah satu tembok di bagian barat dari gedung ini jebol. "Tapi masih kami anggap hanya jebol biasa," ungkap Made Nata. 

Baca juga: Sambil Tunggu SK, FYI Bali Rancang Kepengurusan di Karangasem

Namun, lama kelamaan, didapati kerusakannya malah merembet sampai ke timur. Ditambah lagi bagian atap sekolah di lantai satu, juga temboknya beberapa rontok. Hal inipun segera dilaporkan kepada pihak Disdikpora Denpasar yang kemudian diteruskan ke Dinas PUPR Kota Denpasar. 

"Setelah kami laporkan, pihak Dinas PUPR Kota Denpasar juga langsung meninjau kondisi gedung sekolah ini. Kata  Kadis PUPR waktu itu, kami diharapkan segera mengosongkan segala aktivitas di gedung sebelah selatan ini karena dinilai tanahnya sudah miring," bebernya lantang. 

Guna mengantisipasi agar tidak ada warga sekolah yang lalu lalang di areal gedung sekolah tersebut, pihak sekolah pun langsung memasang garis pembatas yang didapat dari Dinas Perhubungan. 

"Kebetulan di depan sekolah ada pemberhentian bus Trans Dewata dan petugas Dinas Perhubungan sering berjaga. Saya mintakan saja garis pembatas itu supaya bisa dipasang di sekolah," imbuhnya. 

Terkait hal ini, sebenarnya baru diketahui beberapa bulan lalu. Awalnya, pihak sekolah sudah mengajukan rehab gedung di sebelah barat, jauh sebelum kejadian bangunan rusak tersebut. 

Bahkan, gambaran rehab itu sudah diberikan pihak Dinas PUPR Kota Denpasar. Namun, karena gedung yang disebelah selatan lebih urgen kondisinya, pihaknya mengalihkan agar ada prioritas rehab atau pembangunan diutamakan untuk gedung selatan. 

"Kami khawatir kalau dibiarkan, nanti gedung selatan ini bisa roboh dan menimpa bangunan di sebelahnya. Tentu sangat membahayakan," beber kepala sekolah yang baru dua tahun menjabat di SDN 2 Dangin Puri ini. 

Selain gedung selatan itu, saat diamati juga kondisi sekolah belum sepenuhnya baru. Di gedung sekolah sebelah utara, plafon masih menggunakan bedeg (anyaman bambu), dan ketika hujan mengguyur, selalu bocor. Belum lagi lantai sekolah yang masih memakai keramik zaman dahulu.

Kata Made Nata, hal inipun telah diatensi langsung oleh Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara saat kegiatan zoom meeting terkait rehab sekolah dasar bersama Pemkot Denpasar, Disdikpora Denpasar, dan seluruh kepala sekolah SD se-Kota Denpasar, Selasa (20/4). 

Dari zoom meeting tersebut, pihak Disdikpora Kota Denpasar menyebut akan ada 14 sekolah dasar yang direhab tahun ini. Dari jumlah itu, SDN 2 Dangin Puri tidak masuk dalam daftar. 

"Kemungkinan, yang disetujui itu pengajuannya sudah dari awal, sebelum kejadian sekolah kami ini. Mudah-mudahan, sekolah kami mendapat prioritas  untuk dilakukan perbaikan karena kondisinya sangat mengkhawatirkan," tandasnya.

Sekadar catatan, di SDN 2 Dangin Puri ini, pejabat publik dari mantan Bupati serta Mantan Menteri pernah mengenyam pendidikan di sekolah ini. 

SDN 2 Dangin Puri ini sudah 40 tahun berdiri dan hanya gedung sebelah selatan yang baru mendapat peremajaan. Ironisnya, justru gedung di sebelah selatan, kini kondisinya mengkhawatirkan. 

(bx/dip/rin/JPR)

 TOP