Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Sukawati Pilih Tinggalkan Pasar Relokasi

20 April 2021, 17: 20: 32 WIB | editor : Nyoman Suarna

Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Sukawati Pilih Tinggalkan Pasar Relokasi

SEPI : Suasana pasar relokasi di Banjar Gelumpang yang sepi, Selasa (20/4). (Dewa Rastana/Bali Express)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Tak sedikit pedagang Pasar Umum Sukawati yang direlokasi ke lahan adat di Banjar Gelumpang, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Gianyar yang memilih tidak menempati lapaknya lantaran sepi pembeli. Seperti halnya yang terpantau Selasa (20/4). 

Salah seorang pedagang, Ni Ketut Tirta mengatakan bahwa saat ini pendapatannya dari berjualan jajanan menurun lantaran sepi pembeli. Menurutnya hal itu terjadi karena jarak pasar yang jauh dari pasar lama. "Sepi disini, jaraknya dari pasar yang lama jauh," ungkapnya.

Hal itu pun membuat masyarakat enggan berbelanja ke pasar relokasi tersebut. Sehingga sejak pagi hingga sore hari, pembeli yang datang bisa dihitung dengan jari. " Mungkin orang-orang malas kesini karena jauh," imbuhnya.

Baca juga: Bupati Gianyar Sebut Pembukaan Pariwisata Kewenangan Pusat

Padahal kata dia, diawal para pedagang direlokasi aktifitas jual-beli cukup ramai. Namun dalam perjalanannya pembeli semakin hari semakin berkurang sehingga satu per satu pedagang pun memilih untuk pindah tempat berjualan. "Ya jadi sekarang semuanya tutup, karena memang sepi," lanjut Tirta.

Sedangkan dirinya memilih untuk tetap bertahan untuk menghargai pemerintah yang merelokasinya. Apalagi ada petugas yang rutin melakukan pengecekan terhadap para pedagang. Dan selama berada di pasar relokasi, tidak dikenakan iuran sama sekali. Sedangkan di pasar yang lama statusnya hak guna pakai. 

"Setiap hari diabsen, pedagang dicatat, harus jualan di sini. Biasanya siang, ada yang datang absen. Kalau tidak buka, katanya gak dapat tempat di gedung yang baru," bebernya sembari berharap pembangunan pasar umum segera rampung, agar pedagang bisa segera pindah. 

Situasi yang sama diungkapkan salah seorang pedagang sandal asal Desa Petak, Kecamatan Gianyar. Menurutnya penjualannya turun bahkan hingga 99 persen. Sehingga ia seringkali membuka dagangannya siang hari. 

Diberitakannya sebelumnya jika Pasar Umum Sukawati di Banjar Dlodtangluk, Kecamatan Sukawati direvitalisasi sehingga pedagang direlokasi ke lahan milik Desa Adat Sukawati di Banjar Gelumpang. 

(bx/ras/man/JPR)

 TOP