Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali
HUKUM

Bapak Bejat yang Setubuhi Anak Kandungnya Dihukum 14 Tahun

20 April 2021, 18: 06: 36 WIB | editor : I Putu Suyatra

Bapak Bejat yang Setubuhi Anak Kandungnya Dihukum 14 Tahun

ILUSTRASI (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR,BALI EXPRESS - Kelakuan  Wayan Setiawan memang sungguh keterlaluan. Bapak berusia 29 tahun ini tega menyetubuhi anak kandungnya yang masih belia. Ironisnya itu dilakukan lantaran istrinya yang baru melahirkan tidak bisa melayani nafsu birahinya.

Sebagai ganjaran atas perbuatannya itu, terdakwa dihukum 14 tahun penjara oleh hakim PN Denpasar, Selasa (20/4). Putusan hakim Putu Ayu Sudariasih Itu sebanding dengan tuntutan jaksa Ni Wayan Swastini.

Selain penjara, hakim Putu Ayu Sudariasih secara virtual juga menjatuhkan hukuman  denda sebesar Rp 300 juta yang dapat digantikan dengan huhukuman selama tiga bulan penjara.

Baca juga: Soal Larangan Mudik Lebaran, Dewan Minta Masyarakat Jangan Bandel

Majelis hakim sependapat dengan dakwaan primer dari Jaksa Ni Wayan Swastini,SH yang menjerat terdakwa sebagaimana tertuang dalam Pasal 81 Ayat (2) , ayat (3) UU RI No 17 th 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti UU RI no 1 th 2016 tentang Perubahan kedua atas uu RI No 13 th 2001 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Hal yang memberatkan terdakwa selain pernah menjalani hukuman juga berbelit-belit selama proses persidangan. Hal yang meringankan tidak ada," tegas hakin dalam amar putusannya.

Sebagaimana diberitakan bahwa  perbuatan bejat bapak tiga anak asal Bangli ini baru terungkap kisaran bulan Mei 2019, lalu. Dimana saat itu ibu kandung korban melihat anaknya yang masih belia terlihat murung dan ketakutan.

Tidak hanya itu, saat buang air kecil selalu menangis. Setelah didesak, menceritakan jika korban telah disetubuhi ayahnya. Bahkan itu dilakukan lebih dari sekali. Dirinya takut menceritakan karena ancaman dari ayahnya (terdakwa).

Aksi bejat ayahnya itu dilakukan saat ibu korban sedang lahiran anak ketiganya. Hal itu jadi awal pertama aksi bejat terdakwa menggagahi putri kandungnya sendiri.

Selanjutnya, terdakwa mengajak kedua anaknya pulang ke kos di wilayah Jalan Tukad Batanghari, Renon. Setibanya di kos, korban dan adiknya tiduran dan terdakwa menonton Film dewasa yang diperlihatkan pada anak korban.

Entah apa yang merasupi otak terdakwa, langsung menarik putrinya dan meraba raba kemaluan putrinya.

Kemudian, terdakwa bersama korban kembali lagi ke rumah sakit. keesokan  harinya, aksi bejatnya kembali dilakukan terdakwa dan kali ini memaksa tangan korban untuk memegang kemaluan terdakwa dan menggosokan ke kelamin korban.

Kelakukan bejat terdakwa terus dilakukan hingga istrinya ke luar dari Rumah Sakit usai lahiran. Bahkan terdakwa kali ini sampai nekat memasukkan kelaminnya dan dilakukan berulang kali.

(bx/har/yes/JPR)

 TOP