Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

KIPI Masih Jadi Ketakutan Masyarakat untuk Lakukan Vaksin Covid-19

20 April 2021, 18: 20: 31 WIB | editor : Nyoman Suarna

KIPI Masih Jadi Ketakutan Masyarakat untuk Lakukan Vaksin Covid-19

VAKSINASI : Aktifitas vaksinasi terhadap nakes beberapa waktu lalu. (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS- Hingga saat ini Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada aktivitas vaksinasi covid-19 masih menjadi ketakutan tersendiri di masyarakat. Padahal Kementerian Kesehatan RI menyatakan aktivitas vaksinasi aman dilakukan dan KIPi adalah kondisi umum yang terjadi pasca imunisasi tergantung kondisi tubuh manusia.

Terkait kondisi ini, Akademisi Kesehatan I Dewa Putu Gede Putra Yasa, S.Kp.,M.Kep.,Sp.MB menilai, pada dasarnya tidak ada tindakan medis yang tak berisiko. "Hal inilah yang perlu dipahami masyarakat, sehingga masyarakat tidak enggan untuk melakukan vaksinasi," paparnya Selasa (20/4).

Dilanjutkan Putra, KIPI adalah setiap kejadian medis yang tidak diinginkan setelah pemberian imunisasi. Namun, belum tentu memiliki hubungan kausalitas dengan vaksin. Namun demikian kejadian ini sebagian besar tidak memiliki resiko fatal jika dilakukan dengan benar dan ditreatment sesuai dengan gejalanya.

Baca juga: Bapak Bejat yang Setubuhi Anak Kandungnya Dihukum 14 Tahun

Terkait aktivitas vaksinasi ini, menurit Putra, vaksinasi Covid-19 berbeda dengan imunisasi yang menyasar anak-anak. Yang terjadi saat ini, sasaran vaksin Covid-19 adalah orang dewasa. Tentu mereka mudah sekali untuk mengeluh. 

Meski begitu, tenaga kesehatan (nakes) harus mencatat setiap kejadian atau laporan pascavaksinasi. Sebab, menentukan penyebab keluhan tidaklah mudah. "Bagi dokter saja tidak gampang membedakan keluhan itu karena vaksin atau bukan. Apalagi orang awam, jadi, harus benar-benar orang yang berkompetensi," terangnya.

Karena itu, Nakes harus mematuhi petunjuk teknis yang ditetapkan Kemenkes. Sementara itu, orang yang divaksin harus tahu bahwa vaksin tersebut aman meskipun akan ada satu atau dua keluhan. Kemudian, jika ada kontraindikasi atau komorbid, mereka harus melapor.

Lantas apakah vaksinasi menjamin 100 persen kekebalan tubuh? Putra Yasa menjelaskan, di dunia ini tak ada yang bisa menjamin keberhasilan 100 persen. Itu bergantung perilaku dan lingkungan sekitar. ’’Kalau sudah diimunisasi lalu kena Covid-19 bisa saja terjadi, karena antibodi tidak langsung tinggi setelah disuntik vaksin. Tubuh memerlukan waktu untuk membentuk antibodi setidaknya 14 hari hingga satu bulan maksimal antibodi terbentuk dalam tubuh," tambahnya.

(bx/gek/man/JPR)

 TOP