Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Hingga April 2021, BI Bali Miliki 34 UMKM Binaan

21 April 2021, 18: 31: 51 WIB | editor : Nyoman Suarna

Hingga April 2021, BI Bali Miliki 34 UMKM Binaan

UMKM : Pameran UMKM di Denpasar beberapa waktu lalu. (Agung Bayu/Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Hingga pertengahan April 2021, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Bali mencatat terdapat 34 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Binaan BI Bali. UMKM tersebut didominasi usaha pertanian, perkebunan, dan peternakan. Hal ini mengingat mandat utama Bank Indonesia adalah pengendalian inflasi. Demikian yang disampaikan Manajer Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Bali, M Ilham Wiratama.

Pihaknya mengutamakan pembinaan UMKM sesuai dengan mandat Bank Indonesia, yakni pengendalian inflasi, mendorong ekspor, dan local economy development. “Tidak ada target eksplisit pertambahan UMKM di setiap tahunnya, namun kami terus mencari UMKM potensial yang sesuai dengan mandat Bank Indonesia. Selain itu, kami juga memerhatikan komitmen calon UMKM dalam melaksanakan program-program pengembangan,” ujar Ilham Wiratama, Rabu (21/4). 

Syarat yang mesti dipenuhi UMKM agar dapat menjadi UMKM Binaan BI Bali, yakni sektor atau produk sesuai mandat Bank Indonesia yang mana berbentuk kelompok bukan perorangan. UMKM juga harus memiliki komitmen untuk dibina dalam melaksanakan program pengembangan UMKM. Setelah berhasil terpilih sebagai UMKM Binaan Bank Indonesia nantinya UMKM tersebut akan mendapatkan berbagai benefit. 

Baca juga: Selama 2021, RSUP Sanglah Terima 9 Pasien Terlantar

“Tentu saja akan diikutsertakan dalam program pengembangan UMKM Bank Indonesia. Seperti pengembangan kapabilitas, bantuan teknis, kurasi produk, pameran, fasilitasi ekspor dan pembiayaan dengan lembaga keuangan, fasilitasi pemasaran, dan lainnya. Namun, perlu ditekankan Bank Indonesia tidak memberikan bantuan dalam bentuk materi,” jelasnya. 

Secara umum, pihaknya mengungkapkan, para UMKM antusias dan merasa terbantu dengan program-program pengembangan UMKM oleh Bank Indonesia. Serta para UMKM menunjukan komitmen dalam melaksanakan program pengembangan. 

Lebih lanjut disampaikan, BI secara rutin melakukan program digitalisasi pemasaran, penjualan dan transaksi secara digital melalui onboarding UMKM dan perluasan QRIS sepanjang tahun. Dan guna meningkatkan ekspor, BI Bali juga terus memfasilitasi business matching UMKM dengan agregator ekspor termasuk memfasilitasi pemenuhan persyaratan produk ekspor. 

Pihaknya menyebutkan, salah satu flagship BI Bali ialah Karya Kreatif Indonesia (KKI). Yang mana, pada event tersebut dilakukan kurasi produk, pameran produk, talkshow terkait pengembangan UMKM, business macthing UMKM dengan pelaku usaha lain, dan onboarding UMKM. KKI di tahun ini dilaksanakan tiga kali, yakni Maret, Juni, dan Agustus.  Dan pada Maret telah dilaksanakan KKI seri 1 di Hotel Anvaya dengan melibatkan 17 UMKM Binaan BI.

Sementara itu, dari total UMKM Binaan BI Bali hingga pertengahan April 2021 tersebut, sebanyak 70 persen UMKM yang telah go digital. Sisanya, dikatakan, belum siap baik dari segi kapasitas produksi maupun kapabilitas UMKM itu sendiri. 

“Bank Indonesia secara umum memiliki empat kelompok target UMKM yang dicapai melalui berbagai program pengembangan. Pertama, UMKM potensial dalam artian memiliki prospek usaha, pencatatan keuangan belum terpisah, kapasitas produksi terbatas, akses pasar lokal. Kedua, UMKM sukses dalam artian memiliki izin usaha, mencatat transaksi keuangan, skala produksi meningkat, akses pasar regional,” katanya. “Ketiga, UMKM go digital. Dalam artian sukses berjualan dan bertransaksi secara digital, laporan keuangan lengkap, skala usaha kecil-menengah, akses pasar nasional. Dan terakhir, UMKM go ekspor yang mana sukses melakukan transaksi ekspor dengan dokumen ekspor yang lengkap, produksi dan kualitas produk yang sustain,” imbuhnya. (ika)

(bx/aim/man/JPR)

 TOP