Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Nusantara
icon featured
Nusantara

Spot Selfie Wanagiri Berharap Segera Dibuka

25 April 2021, 20: 22: 55 WIB | editor : I Putu Suyatra

Spot Selfie Wanagiri Berharap Segera Dibuka

BERHARAP DIBUKA: Spot Selfie di wilayah Wanagiri, Kecamatan Sukasada yang masih tutup. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

SUKASADA, BALI EXPRESS - Pengelola spot selfie di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukada berharap agar obyek tersebut segera dibuka. Warga setempat meyakini, jika beroperasi, wahana yang berlokasi di sepanjang ruas jalan Wanagiri-Banyuatis tersebut mampu memutar roda perekonomian. Lebih dari 1 tahun spot selfie ini tak beroperasi sejak mewabahnya Cpvid-19.

Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group) di lokasi, Minggu (25/4), menyebutkan suasana di kawasan wahana selfie sangat sepi. Terlihat pengumuman penutupan sementara masih terpampang di depan pintu masuk menuju wahana selfie. Tak satupun pengelola terlihat berada di areal lokasi.

Sebelum pandemi Covid-19, spot selfie berlatar danau kembar Buyan dan Tamblingan dengan panorama bukit hijau ini memang menjadi primadona bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Tak jarang saat melintas, mereka sengaja berhenti sekedar untuk berselfie dan beristirahat untuk melepas lelah setelah berkendara.

Baca juga: Perbaikan Jalan ke Pelabuhan Celukan Bawang Dianggarkan 3 M

Perbekel Wanagiri, Made Suparanton, mengatakan di wilayahnya saat ini terdapat tujuh Daya Tarik Wisata (DTW). Rinciannya empat wahana selfie berlatar danau kembar yang berada di sepanjang jalan Desa Wanagiri dan tiga titik wisata air terjun. Seluruh wahana tersebut dikelola oleh Desa Adat Wanagiri bersama Pokdarwis.

Dikatakan Suparanton, ratusan warga yang tergabung dalam sejumlah Pokdarwis pengelola wahana selfie sangat berharap jika Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bali yang mewilayahi kawasan tersebut bekenan membuka operasionalnya.

“Kami kembali akan bersurat ke BKSDA Provinsi Bali agar diberikan ijin beroperasi. Soalnya sekitar 250 warga yang terdampak langsung dengan penutupan wahana ini,” akunya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Jika kondisi normal, setiap wahana selfie sebut Suparanton bisa dikunjungi 120 pengunjung setiap harinya. Tak pelak, wahana selfie ini diklaimnya sebagai lokomotif perekonomian warganya untuk mengais rejeki.

“Saat ini yang sudah dibuka destinasinya sejak Oktober 2020 lalu dan sudah mengantongi sertifikat penerapan protokol kesehatan. Seperti air terjun Banyumala, Air Terjun Pucak Manik, Air Terjun Banyuwana Amerta. Hanya saja yang khusus spot selfie di bawah kewenangan BKSDA Provinsi Bali yang belum beroperasi,” bebernya.

Bila diberikan ijin beroperasi, pihaknya seceaptanya akan melakukan perbaikan terhadap wahana spot selfie. Seperti kayu dan bambu yang digunakan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Kalau sudah diijinkan beroperasi segera kami akan perbaiki fisiknya, agar aman bagi pengunjung,” pungkasnya.

Terpisah, Kasubag Tata Usaha BKSDA Bali, Prawono M, tak menampik jika ijin beroperasinya wahan selfie belum dikeluarkan. Terlebih kasus Covid-19 di Bali khususnya masih tergolong tinggi. Pihaknya khawatir jika dibuka akan menjadi cluster baru penyebaran Covid-19.

“Kami selalu berharap untuk segera dibuka, namun pandemi ini masih belum berakhir dan cenderung semakin mengganas. Dokumen dan usulan sudah kami layangkan ke pusat, tinggal menunggu keputusan menteri terkait pembukaan. Paling tidak saat dibuka nanti, lokasi dimaksud tidak menjadi cluster baru penyebaran Covid-19,” singkatnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP